Clara kembali membawa ku ke sebuah ruangan yang cukup luas, di dalam ruangan ini hanya ada sebuah benda yang mengeluarkan cahaya bercampur aduk. Aku merasakan kekuatan sihir yang begitu besar dari benda itu sehingga membuat ku sedikit merinding, karena dorongan rasa penasaran yang begitu tinggi aku pun memutuskan untuk bertanya kepada Clara.
“Apa itu?”
“Hmm? Ohh ini adalah portal. Seharusnya kau sudah melihat ini saat mengikuti acara dari Game Master,”
“Haa? Mana ada! Ini baru pertama kalinya aku melihat portal”
Mendengar jawaban ku membuat Clara terdiam sejenak, ia memejamkan matanya sembari memiringkan kepalanya beberapa kali. Kemudian secara tiba-tiba membuka mata yang membuat ku terkejut karena terlalu memperhatikannya.
“Aku ingat sekarang! Kau sudah pernah masuk ke portal namun tak pernah melihatnya karena pada saat itu kau tak memiliki mana dan tak pernah terpapar sihir secara langsung”
“Kau mungkin pernah di panggil oleh Game master dan tiba-tiba telah sampai di suatu tempat bukan? Lebih mudahnya portal ini adalah gerbang yang menghubungkan tempat ini dengan dunia mu”
Aku pun mulai teringat saat dulu menerima panggilan dari game master, saat itu aku memutuskan untuk tak mengikuti game yang ia adakan sehingga secara tiba-tiba aku muncul kembali di stasiun kota ku. Untuk sekarang aku sudah mengerti cara kerja dari portal ini.
“Untuk ruangan sebesar ini ternyata keadaannya sangatlah sepi,” ucap ku sembari mellihat-lihat sekitar ku yang sepi.
“Tentu saja! Hanya kau saja orang gila yang ingin kembali ke sana” jawab Clara.
“Untuk yang terakhir kalinya aku akan menanyakannya, apa kau yakin ingin kembali?” tambah Clara.
Karena sudah sejauh ini maka tak ada gunanya untuk menanyakan itu kembali, aku sudah sangat yakin dengan pilihan ku kali ini dan tak ada yang bisa membuat ku berubah pikiran.
“Iya!”
Clara menatap ku dengan wajah yang menunjukkan ekspresi kecewa, entah mengapa setiap orang selalu mengeluarkan ekspresi seperti itu di saat aku mengatakan bahwa aku akan kembali ke kehidupan ku sebelumnya. Namun ekspresi Clara itu hanya berlangsung sebentar dan ia mulai mendekat kepada portal,
“Kalau begitu aku tak akan bertanya kembali, masuklah ke dalam portal.”
Aku pun mendekat ke arahnya dan memandangi portal ini secara seksama sebelum aku memasukinya, kekuatan sihir yang begitu mengagumkan sehingga bisa menghangatkan tubuh ku membuat aku ingin segera masuk ke dalam portal ini.
“Kalau begitu... Selamat tinggal,”
“Clara....”
Secara perlahan aku memasukkan tubuh ku ke dalam portal ini, aku sama sekali tak merasakan ada hal yang aneh dari portal ini sehingga aku berasumsi bahwa ini sama sekali tak membahayakan.
Tepat di saat seluruh tubuh ku akan masuk ke dalam portal, aku mendengar Clara membisikkan sesuatu kepada ku.
“Sampai jumpa... Ye Zhun!”
Tak sempat menanyakan apa yang coba ia katakan kepada ku, seluruh tubuh ku mulai masuk ke dalam portal dan tak bisa kembali lagi ke tempat Clara berada. Secara ajaib aku tiba di sebuah kamar yang tak lain ada kamar ku sendiri, Portal tadi pun lenyap tak tersisa begitu aku sampai di kamar ku ini.
“Apa yang ia coba katakan?”
Berusaha tak memikirkan apa yang coba Clara katakan pada ku, aku memperhatikan keadaan kamar yang sama sekali tak berubah dari saat terakhir kali kutinggalkan. Kasur, meja dan lemari yang hanya menghiasi kamar ini karena kebanyakan barang-barang berharga sudah ku jual hanya untuk memenuhi kebutuhan berjudi ku.
Mata ku kemudian tertuju pada sebuah tumpukan yang ada di atas meja ku saat ini, aku berjalan perlahan menuju tumpukan itu dan menyadari bahwa tumpukan ini adalah tumpukan uang yang sangat banyak.
“Milik siapa ini?”
Di atas uang-uang ini ada sebuah amplop yang mungkin akan menjelaskan semua ini, aku mengambil amplop itu kemudian membukanya.
Untuk Spieler Ye Zhun.
Selamat karena sudah berhasil melalui game yang di adakan oleh ku. Ini adalah hadiah yang aku janjikan berupa uang sebanyak 1 milyar, gunakanlah uang ini sesuka mu dan bersenang-senanglah.
Dari (Game Master).
“Ha ha... Bukankah dia sangat baik kepada ku?”
Semua yang dikatakan dalam Perjanjian itu bukanlah omong kosong, tapi jumlah ini sepertinya terlalu banyak dari yang ku ingat dalam surat perjanjian. Sepertinya Game Master terlalu bersikap baik kepada ku sehingga memberikan uang dalam jumlah sebanyak ini.
“Jika ini adalah aku satu bulan yang lalu maka aku akan menggunakan uang-uang ini untuk bersenang-senang, namun setelah kembali dari tempat itu saat ini aku sudah tau apa yang harus ku lakukan.”
Aku segera membawa uang-uang itu kemudian membayar semua hutang-hutang ku pada orang-orang,
“Ye Zhun! Kau tak terlihat selama 1 bulan lebih, kemana kau pergi?”
“Ha ha... Aku bekerja di daerah lain. Aku kesini untuk membayar semua hutang ku,”
“Bagus anak muda! Tak baik pemuda seperti mu menjadi seorang pengangguran. Kau juga semakin tampan daripada sebelumnya!”
Aku pun memberikan beberapa uang ku kepada orang ini, meskipun saat ini ia adalah orang yang baik namun sebelumnya ia adalah orang yang sangat suka marah kepada ku. Aku langsung pergi begitu menyerahkan uang kepadanya karena ada sebuah firasat buruk mengenainya, butuh waktu hampir setengah hari untuk menyelesaikan urusan ku dengan orang-orang namun semuanya berlangsung tanpa ada hambatan.
“Sekarang gilirannya!”
Ting-Tong..... (Suara bel pintu)
“Tunggu sebentar!”
Sebuah suara yang sangat familiar terdengar dari dalam rumah ini.
Pintu mulai di bukakan secara perlahan dan muncullah seorang perempuan yang sangat kurindukan. Perempuan ini bernama Han Rui, ia adalah tunangan ku dan meninggalkan ku setelah aku mengecewakannya.
“Geh... Mau apa lagi kau kesini? Apa kau tak tau puas dengan uang dan mobil ku yang kau jual!?”
“Aku kesini untuk membayar semua hutang ku dan mengembalikan mobil mu yang sudah ku jual, kau bisa melihatnya di depan sana dan ini adalah kuncinya.”
Aku memberikan sebuah kunci mobil yang sebelumnya ku beli sebelum pergi ke sini, aku juga menyerahkan sebuah tas yang berisikan sejumlah uang untuk membayar hutang ku kepadanya.
Han Rui pergi ke luar untuk memastikan perkataan ku barusan, ia mengecheck sebuah mobil yang saat ini tengah ada di pinggir jalan depan rumahnya. Ekspresi wajahnya menunjukkan bahwa saat ini ia terkejut ketika melihat mobil yang ada di sana.
“Mungkin itu bukan mobil yang sama seperti milik mu namun aku menggantinya dengan mobil yang lebih mewah”
“Aku harap dengan ini kau bisa memaafkan semua kesalahan yang telah ku buat sebelumnya”
Han Rui kembali mendekati ku dengan wajah yang sama sekali tak menyenangkan.
“Aku menerima semua ini karena semua ini memang milik ku! Aku juga akan memaafkan mu karena hal ini”
“Baguslah kalau begitu! Tapi itu bukan satu-satunya alasan aku datang kesini”
“Katakan apa lagi keperluan mu dan segeralah pergi setelah selesai!”
Sepertinya Han Rui tak senang akan kedatangan ku hari ini, namun aku harus menjelaskan niat ku yang sebenarnya. Ini juga merupakan satu-satunya alasan mengapa aku memutuskan kembali ke sini.
“Han Rui... Maukah kau mengulang kembali hubungan kita? Aku tau bahwa aku telah bersikap buruk selama bersama mu yang mana berakhir dengan menyakiti mu, namun tetap saja di lubuk hati ku yang paling dalam. Kau adalah satu-satunya wanita yang sangat ku cintai. Jadi bisakah kita memulai kembali?”
Aku mengatakannya dengan mata tertutup sembari sedikit menunduk karena sudah tak sanggup lagi menatap wajah mantan Tunangan ku yang sangat ku rindukan, aku mencoba membuka mataku secara perlahan dan melihat Han Rui saat ini.
“I-Ini!?”
Jawaban yang jelas terlihat dari ekspresi wajah yang di tunjukkan oleh Han Rui saat ini, seluruh tubuh ku terasa tersengat listrik tegangan tinggi dan seakan tak sanggup untuk berdiri lagi. Seakan mendengar suara retakan yang begitu keras berasal dari hati ku yang paling dalam, kenyataan yang sungguh pahit bisa di jelaskan dengan lengkap dari hanya ekspresi wajah yang ia keluarkan.
“Hah? Apa kau gila?”
“Aku mungkin memaafkan mu dan menerima semua ini karena itu memang milikku! Kau pikir aku ingin merasakan neraka yang sama lagi jika bersama dengan mu? Bahkan jika kau satu-satunya laki-laki di dunia ini, aku tak akan pernah menerima mu menjadi pasangan ku!”
“Hanya karena kau memiliki uang jangan pikir kau bisa bersikap seenaknya! Anjing bahkan lebih baik daripada dirimu! Sebaiknya kau pergi dari sini sebelum aku memanggil polisi”
Brak.... (Suara pintu dibanting dengan keras)
Langit tiba-tiba mendung dan langsung menurunkan hujannya, aku berlari secepat yang aku bisa dari tempat ini. Menyeruak hujan yang begitu deras dan terus berlari tanpa tujuan, meninggalkan semua uang yang di berikan Game master kepada ku. Aku sudah tak peduli lagi dengan apa yang ada di sini, aku sudah terlalu muak.
“Aaaaaaaaarrrrrrghhhhhhhhhhhh....”
“Aku tak ingin berada di sini lagi! Aku sudah muak dengan apa yang ada di sini!”
Sebuah pilihan akan menentukan masa depan mu, sedikit kesalahan yang tak di sengaja saja membuat mu akan menyesal seumur hidup. Namun sebagai manusia yang tak bisa meramalkan apa yang akan terjadi di masa depan maka kita sering kali membuat kesalahan yang dapat menghancurkan hidup kita, oleh karena itu semua ini hanyalah sampah yang memuakkan.
Begitu Ye Zhun meneriakkan semua hal yang ada di hatinya, sebuah cahaya muncul dari saku celananya. Cahaya itu berasal dari Entry pass yang di berikan Carla kepadanya, perasaan yang begitu kuat memancing aktifnya Entry Pass tersebut. Dalam beberapa menit Ye Zhun menghilang dalam derasnya hujan yang menerpa dirinya.
Semuanya di mulai dari sekarang, sebuah kisah dimana manusia biasa yang mencoba melawan hukum dunia untuk mewujudkan impiannya.
Tap... Tap... Tap.... (Suara langkah kaki kuda)
“Bukankah hari ini sedikit tenang kawan?”
“Yah... Monster sekitar disini sudah di habisi oleh para Spieler yang sampai 1 bulan lalu”
“Bagitukah? Pantas saja para kusir ini berani lewat sini. Ahh, kenalkan nama ku Sigh dan kelas ku warrior.”
“Nama ku Tiron dan Class ku adalah tank, bagaimana dengan mu kawan? Siapa namamu?”
Tatapan dari kedua orang ini tertuju pada satu orang yang saat ini tengah duduk menunduk dan tak mengeluarkan suara sedari tadi, tudung kepala yang dipakainya membuat kesan misterius yang cukup kental begitu terasa darinya. Ia secara perlahan mengangkat kepalanya dan melihat kepada dua orang yang berbicara kepadanya sedari tadi.
“Ye Zhun! Assasin”