Perpisahan karena berbeda tempat tujuan

1080 Kata
Kak Yan, Lin Wan serta Ying-Ying kaget mendengar jawaban yang keluar dari mulut ku, sepertinya mereka tak menyangka bahwa aku akan mengatakan itu kepada mereka. “Apa kau serius Adik Ye? Kau benar-benar ingin kembali ke sana?” “Iya Kak Yan, hal ini sudah ku pikirkan sejak aku masuk ke sini.” Setelah hampir satu bulan lamanya di sini aku sadar akan satu hal, mereka yang ada di sini sudah tak bisa dianggap sebagai manusia biasa. Mungkin saja sihir tak bisa di gunakan saat kembali ke bumi namun kekuatan fisik serta kemampuan memakai senjata tetap melekat pada diri sendiri, itu juga merupakan salah satu alasan orang-orang disini tak ingin kembali ke bumi karena disana mereka tak bisa menggunakan sihir. Mungkin juga hanya aku seorang yang ingin kembali ke bumi. “Tapi Ye Zhun... Bukankah kita sudah saling berjanji untuk saling bersama?” Lin Wan tiba-tiba berkata dengan mengeluarkan ekspresi sedih. “Benar Ye Zhun! Kita sampai ke titik ini juga akibat bantuan mu” sambung Ying-Ying. “Lagipula bukankah kau tak menyayangkan kemampuan mu itu? Kemampuan mu itu sangatlah langka dan mungkin juga tak akan berguna disana,” sambungnya. Aku sadar bahwa kemampuan ku memanglah sangat aneh, aku mungkin tak bisa menggunakan sihir namun aku bisa merasakan energi sihir bahkan jika itu sangatlah tipis. Ketahanan tubuh ku mungkin tak sekuat Kak Yan yang memiliki Class tank, namun jika dibandingkan dengan Ying-Ying maka aku sedikit lebih unggul dalam ketahanan tubuh. Dalam memberikan damage aku juga yang menjadi tumpuan dalam party ini, bisa ku katakan aku merupakan perpaduan dari beberapa Class yang di satukan. “Yah... Aku tak terlalu memikirkan kemampuan ku sendiri, aku harap kalian bisa mencapai tujuan kalian disana nanti!” “Karena ini hari terakhir kita disini maka ku larang kalian untuk murung hanya karena pilihan ku ini, aku harap kita mencapai yang terbaik pada kehidupan ini!” Akhirnya pada malam itu kami pun melakukan perayaan sendiri, entah berapa banyak gelas alkohol yang telah masuk ke tubuh kami namun berkat meningkatnya data tahan tubuh kami saat ini maka semua itu tak menjadi masalah. Canda tawa pecah dalam perayaan ini, begitu juga air mata yang sesekali jatuh karena sadar besok aku akan berpisah dengan mereka. Malam semakin larut akhirnya kami kembali ke ruangan masing-masing, untuk saat ini tidur tak terlalu penting karena sudah terlalu banyak beban pikiran yang membuat ku terjaga. “Apa ini sudah benar?” Pertanyaan yang selalu muncul ketika aku membuat suatu pilihan dalam hidup, namun sekarang itu mulai sering muncul sehingga selalu ada keraguan setiap aku akan membuat pilihan. ** ** ** Hari yang ditentukan telah tiba, suasana tempat ini sekarang menjadi semakin ramai akibat desakan dari orang-orang yang berebutan untuk pergi ke dunia milik Game master. Dari suara yang ku dengar bisa ku tebak bahwa orang-orang sangat bersemangat hari ini, sepertinya mereka sudah tak sabar ingin segera masuk ke dunia itu. “Ini terlalu gaduh,” Aku bersiap-siap sembari berpikir mengenai semangat orang-orang hari ini, aku mulai sadar bahwasannya kekuatan ataupun sihir hanyalah sebuah alasan lain dari mereka untuk pergi ke dunia milik game master. Aku berpikir bahwa alasan utamanya adalah karena mereka sudah terlalu muak dengan kehidupan mereka, ini karena semua spieler yang ada di sini merupakan keberadaan yang di tolak oleh masyarakat ataupun mereka yang dikatakan sebagai sampah masyarakat. Iming-iming uang itu sendiri merupakan bukti nyata yang secara tidak langsung menampar diri kita sendiri. Aku berjalan menuju keluar dan sebuah surat yang sepertinya di masukkan melalui celah pintu, aku segera mengambil dan membacanya dengan seksama. Untuk Ye Zhun Kawan kami tercinta. Jika saat ini kau sedang membaca surat ini, maka seharusnya kami sudah masuk ke dunia milik Game Master sekarang. Bukannya kami tak ingin berpamitan dengan benar kepada mu namun setelah apa yang terjadi, mungkin berpamitan menggunakan surat ini adalah yang terbaik. Seperti yang kau katakan sebelumnya bahwa dimana ada pertemuan maka ada perpisahan, mungkin ini tak seberapa dengan hal yang kau beri kepada kami namun mohon terimalah. Jaga diri mu baik-baik di sana. Dari Yan Ziqi, Lin Wan dan Ying-Ying. “Hmm... Sepertinya mereka telah berangkat kesana, tapi apa yang mereka maksud dengan pemberian?” Sesuatu yang dapat di berikan untuk sesama spieler hanya ada satu yang tak berbentuk setahuku, dengan segera aku membuka layar status ku dan benar saja apa yang barusan ku pikirkan. “Ha ha, Apa yang harus ku lakukan dengan ini?” Di layar status ku saat ini tertulis jumlah point sebanyak seratus juta poin, jumlah yang sangat banyak dan mungkin adalah jumlah terbanyak daripada para spieler di sini. Karena seingat ku point ini hanya bisa digunakan di zona ini maka seharusnya tak akan terlalu berguna untuk ku, Aku pun mulai keluar dari ruangan ku dengan penuh semangat tanpa memikirkan apa yang terjadi barusan, memang sangat di sayangkan tidak bisa bertemu ketiga orang teman ku untuk terakhir kalinya tapi jika mereka sudah berangkat maka tak ada yang bisa ku lakukan. “Apa kau sudah menentukan pilihan mu?” Seorang perempuan yang aku kenal menghampiri ku dengan wajah sombong yang ia tunjukkan kepada ku saat ini. “Ya! Apa kau akan mengantar kepergian ku? Clara?” Aku teringat akan perkataan Clara saat ia mabuk beberapa minggu yang lalu, khawatinya ia akan mencegah ku untuk kembali ke kehidupan ku di nilai dari sifatnya yang selalu seenaknya. “Tentu! Aku juga adalah seorang Symvoulos” “Apapun pilihan mu itu, aku tak peduli. Aku hanya menjalankan tugas ku saja untuk hari ini” Mendengar hal ini membuat ku bernafas lega karena ternyata kekhawatiran bku sebelumnya adalah sesuatu yang sia-sia. “Kalau begitu aku ingin kembali ke kehidupan ku sebelumnya!” Mata Clara tiba-tiba terbelalak kaget mendengar apa yang aku katakan, ia mulai mengambil nafas panjang kemudian menghembuskannya secara perlahan. Sangat jelas bahwa saat ini ia terlihat kesal namun sepertinya ia tetapi menjunjung tinggi apa yang sebelumnya ia katakan. “Kalau begitu kau tak bisa kembali dengan penampilan itu! Ikuti aku sekarang” Aku mulai mengikuti Clara dari belakang, ia membawa ku ke sebuah toko pakaian dan mulai memilihkan baju setelan kepada ku. Ekspresi wajahnya saat ini masih terlihat kesal namun ia masih tetap mau membantu ku hingga akhir. Setelan baju resmi layaknya seseorang yang sangat kaya saat ini tengah ku gunakan, ketika melihat ke arah kaca aku tak percaya bahwa yang saat ini tengah ku pandangi adalah diri sendiri. "Apa aku memang setampan ini?" "Haha... darimana asalnya kepercayaan diri mu itu?" jawab Clara. "Tapi setidaknya jika kau berpenampilan seperti itu maka kau akan di perlakukan dengan baik di sana," tambahnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN