Pembentukan Party ku sendiri

1492 Kata
“Fyuhh... Sayangnya tidak ada drop item dari boss monster barusan,” “Benar sekali! Padahal itu Dungeon tingkat C yang lumayan susah” “Sudahlah... Mari bergembira dengan perolehan kita hari ini,” Kami semua berhasil keluar tanpa goresan sedikit pun di tubuh ataupun armor, kerja sama yang cukup apik membuat Dungeon sekelas C bisa di selesaikan dengan mudah dan waktu yang singkat. Tentunya dengan pencapaian ini kami memperoleh berbagai pujian ataupun sebaliknya dari spieler yang lain, ada dari mereka yang kagum dengan pencapaian kami dan ada juga yang tak senang. Hal itu normal dan manusiawi menurut ku sehingga aku tak terlalu menghiraukan mereka. “Bagaimana Ye Zhun? Apa kau tertarik untuk melanjutkan perburuan dengan kami lagi esok?” Xu Feng bertanya kepada ku dengan mata yang berbinar-binar seakan mengatakan bahwa ia berharap supaya aku bergabung sepenuhnya dengan Party ini. Sebenarnya ini adalah sebuah kesempatan bagus bagi orang-orang yang ingin memiliki pengalaman dalam Dungeon yang sedikit lebih tinggi dan memperoleh rekan party yang kuat, namun sepertinya terlalu berlebihan untuk mengajak ku bergabung karena aku tak terlalu ingin pergi ke dunia milik Game master. “Sepertinya aku tak bisa,” Xu Feng tersenyum sebentar sembari menutup matanya secara perlahan, wajahnya menunjukkan kekecewaan begitu juga dengan anggota party yang lainnya. “Yah kami juga tak bisa memaksa mu, Terima kasih atas bantuan mu hari ini dan tetaplah berteman dengan kami. Memiliki teman seperti mu membuat kami senang,” “Tentu! Aku juga berterima kasih kepada kalian” Kawanan ini pun beranjak pergi meninggalkan ku yang tengah terdiam saat ini, semuanya pergi sembari menunjukkan senyuman ramah kepada ku yang merupakan orang asing untuk beberapa waktu sebelumnya. “Apakah ini rasanya dihargai?” “Kapan terakhir kali aku di perlakukan seperti ini ketika masih di sana?” Kata-kata itu terus bermunculan di kepala ku bahkan ketika aku sudah sampai di ruangan ku, aku merobohkan diri di kasur sembari memikirkan apa yang terjadi hari ini. Sambil melihat kasur Kak Yan yang saat ini tengah kosong karena dia memutuskan untuk pindah ruangan setelah pembicaraan kami sebelumnya. “Aku tak salah membuat pilihan! Teman-teman ku inilah yang membutuhkan ku” “Kak Yang, Ying-Ying dan Lin Wan! Mereka semua membutuhkan ku di sisi mereka saat berada di sini” Aku segera berdiri dan berlari menuju kamar Lin Wan, Brakk.... Tak membutuhkan izin, aku langsung membuka kamar Lin Wan agar bisa menemui ia secara langsung. “Lin Wan! Kumpulkan Kak Yang dan Ling-Ling! Ayo kita buat party kita sendiri” ucap ku dengan penuh semangat. Sebuah keindahan sejati berada di hadapan ku saat ini, dengan tubuh putih bersih dan proposionalnya membuat mata ku tak berkedip selama beberapa saat. Lin Wan saat ini tengah mengganti pakaiannya dan ia terdiam melihat apa yang tengah ku lakukan, wajahnya secara perlahan-lahan memerah membuat ku sadar bahwa hal ini tak seharusnya ku lakukan. Blaamm.... Dengan cepat aku kembali menutup pintu sembari mengutuk diri sendiri atas apa yang telah ku lakukan. “M-Maaf Lin Wan! Aku tak bermaksud melakukan itu” Aku tak mendengar jawaban dari Lin Wan dan merasa bahwa saat ini ia marah atas apa yang ku lakukan, dorongan semangat yang menggebu-gebu membuat ku tak berpikir panjang sehingga bisa berbuat seperti tadi bahkan setelah mengetahui bahwa yang ku masuki adalah kamar dari perempuan. Aku saat ini menunggu respon Lin Wan dari luar kamarnya dan hanya bisa berharap bahwa ia tak marah atas apa yang ku lakukan. Selang beberapa saat terdengar suara pintu di buka secara perlahan, wajah Lin Wan yang masih memerah terlihat dari celah pintu yang di buka dan ia saat ini tak berani menatap mata ku. “M-Masuklah!” Kami saat ini tengah duduk berhadapan saling berusaha untuk tak menatap mata satu sama lain, tentu saja ini merupakan reaksi yang jelas dan aku hanya bisa bernafas lega karena ia tak marah. Namun atmosfir canggung memenuhi ruangan ini sehingga tak ada kata-kata yang terucap dari kami berdua. “Sekali lagi aku minta maaf atas apa yang ku lakukan! Seharusnya aku mengetuk pintu terlebih dahulu” “T-Tak apa... Itu juga salah ku karena tak mengunci pintu. Selain itu apa yang kau katakan sebelumnya?” Karena suasana sudah mencair maka aku mulai mengatakan niat ku kepada Lin Wan, Lin Wan mendengarkan cerita ku mengenai pembentukan party yang seharusnya berlangsung beberapa hari lagi seperti yang kami rundingkan. “Sepertinya itu ide yang bagus! Aku dan Ying-Ying sudah tak tahan berganti-ganti party ketika masuk ke dalam Dungeon. Kebanyakan dari mereka hanya memiliki niat buruk kepada kami,” ucap Lin Wan. Aku menyadari bahwa ada beberapa perubahan signifikan dari Lin Wan setelah beberapa minggu tak bertemu, dia menjadi semakin cantik dan bersih namun yang lebih penting lagi adalah aura sihir yang begitu mencekam dari dirinya. Aku tak tau latihan atau monster seperti apa yang ia hadapi namun yang jelas ini merupakan perubahan yang sangat baik. Setelah itu aku, Lin Wan, Ying-Ying dan Kak Yan mulai bertemu kembali untuk mulai membentuk party yang sesungguhnya, semua anggota telah berkumpul di sini dan ternyata tak hanya Lin Wan yang mengalami perubahan. Ying-Ying dan Kak Yan juga jauh berbeda dari saat pertama kali sampai di sini, sepertinya mereka telah berusaha keras untuk sampai ke tingkat ini hanya dalam waktu beberapa minggu saja. “Ye Zhun! Kau tetap menjadi leader dari party ini” Kak Yan tiba-tiba menceletuk. “Iya! Kau yang harus menjadi pemimpinnya” “Itu adalah kesepakatan kita sebelumnya!” Kedua perempuan ini mendukung apa yang di katakan Kak Yan barusan, satu-satunya yang tak berubah dari mereka adalah ini. Ini juga yang membuat ku selalu ingin bersama mereka dan melindungi mereka sekuat yang aku bisa. “Jika kalian sebegitu percayanya pada ku! Maka akan ku lakukan!!” Akhirnya party kami pun terbentuk dengan dorongan kepercayaan satu sama lain, meski banyak kekurangan yang di miliki namun kami berusaha saling melengkapi satu sama lain. Kami mulai melakukan perburuan dari Dungeon tingkat E terlebih dahulu, tentunya sangat penting memulai dari bawah karena aku masih belum terlalu tahu kemampuan anggota party ku ketika di dalam Dungeon. Namun, mata ku di buat tak percaya atas apa yang terjadi saat ini. Bahkan party ku yang sebelumnya sama sekali tak bisa di bandingkan dengan mereka saat ini. Kak Yan yang memliki Class tank, ia berfokus terhadap serangan dan pertahanan sehingga dapat membantu memberi damage pada monster juga menahan serangan. Ying-Ying dengan Class Warrior nya yang merupakan perwujudan dari kekuatan dan keindahan yang menjadi satu, aku terkecoh dengan wajah cantiknya sehingga meremehkan kekuatannya dan ia menunjukkan wajah aslinya ketika membantai monster saat di dalam dungeon. Lin Wan dengan Class magenya, ia selalu mengeluarkan sihir yang di butuhkan untuk membantu lini depan sehingga kehadirannya sangatlah berarti bagi party ini. Semuanya saling membantu dan menjaga satu sama lain sehingga party kami baik-baik saja tanpa kehadiran seorang Priest ataupun Ranger. Kami berhasil melakukan perburuan dari Dungeon tingkat E sampai tingkat B saja, sudah berbagai jenis monster yang kami kalahkan bahkan lebih dari sekali di dalam keadaan hidup dan mati. Namun untungnya kami selalu berhasil melewati itu dan kembali tertawa ria seakan tak terjadi apa-apa, kami semua terlalu menikmatinya sehingga tak sadar bahwa besok adalah hari terakhir kami disini. “Adik Ye... Apa kau yakin kau tak memiliki Class?” tanya Kak Yan secara tiba-tiba. “Aku juga ingin bertanya itu!” sambung Ying-Ying dan Lin Wan secara bersamaan. “Gerakan mu sangatlah efektif dan mematikan! Selama aku melakukan perburuan dengan party lainnya, baru kali ini aku melihat pergerakan assasin seperti mu. Jujur saja aku sampai tak bisa membantu banyak karena kebanyakan monster telah di kalahkan oleh mu,” ucap Kak Yan. Semuanya menatap ku dengan serius saat ini, sepertinya mereka mengira bahwa aku menyembunyikan Class ku. “Ha ha ha... Tak ada untungnya aku berbohong pada kalian! Aku bukanlah seorang assasin karena Class ku memang tak ada” “Daripada memusingkan itu, bagaimana pilihan kalian nanti? Besok adalah hari terakhir di sini dan kita harus memilih antara mau kembali ke kehidupan sebelumnya atau pergi ke dunia Game Master” “Karena hanya di beri satu pilihan maka pilihlah yang menurut kalian paling benar!” Lin Wan dan Ying-Ying tiba-tiba berdiri dan menunjukkan wajah yang serius kepada ku. “Aku dan Ying-Ying telah memutuskan untuk pergi ke dunia Game master!” Dengan keyakinan dan kekuatan yang mereka miliki maka aku tak seharusnya mengkhawatirkan mereka, kekuatan mereka sudah meningkat drastis sehingga tak layak untuk dikatakan sebagai manusia. Selanjutnya Kak Yan yang tiba-tiba juga berdiri meniru Lin Wan dan Ying-Ying. “Aku sudah muak dengan kehidupan ku yang sebelumnya! Aku juga akan pergi ke dunia milik Game Master!” Sepertinya kehidupan Kak Yan sebelumnya membuat ia menyerah untuk kembali ke sana, bukanlah suatu pilihan yang buruk menurut ku karena ia bisa menjalani kehidupan yang baru di dunia itu nanti. “Bagaimana dengan mu Adik Ye?” Pertanyaan yang di ajukan Kak Yan seharusnya mudah untuk ku jawab karena aku sudah menentukan pilihan ku sebelumnya, namun bagian lain dari diri ku berkecamuk seakan pilihan ku adalah pilihan yang sangat salah. “Aku... “
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN