“Kami para Phantom dalam setiap generasi selalu melawan pasukan dari Game master, alasannya adalah kami ingin mencegah ia membunuh manusia-manusia yang ia bawa ke dunia ini.”
“Nyawa manusia itu diestrak oleh game master untuk di jadikan Soulstone!”
Ye Zhun mendengarkan secara hati-hati sembari menyimak agar paham dengan apa yang Hebe katakan, dalam tahap ini ia sudah mengerti mengapa game master menginginkan agar manusia datang ke dunianya ini. Soulstone merupakan batu yang tercipta dari ekstrak jiwa makhluk-makhluk hidup, namun Soulstone dengan jiwa manusia adalah yang memiliki kualitas paling tinggi dan kekuatannya tiada tara. Semakin kuat si manusia itu maka semakin kuat pula Soulstone yang di hasilkan, metode pembuatannya hanya di ketahui oleh game master dan bawahannya namun penggunaannya bisa dilakukan oleh siapa saja.
“Dalam tubuh mu saat ini sudah terbangun kekuatan dari salah satu saudara ku, seharusnya kau sudah mengalami mimpi dimana terjadi peperangan besar yang amat sangat mengerikan.”
Ye Zhun tersentak karena semua yang Hebe ucapkan memang benar terjadi, sebuah mimpi dimana ia sedang berada di medan perang dengan lautan darah dan bangkai-bangkai berbagai makhluk tercecer dimana-mana.
“Ye itu benar... Tapi aku tak tau mana yang Phantom mana yang bukan.”
“Kalau begitu katakan ciri-ciri mimpi yang kau alami.”
“Darah dimana-mana, bangkai manusia dan monster yang berserakan, langit merah, tanah yang mati dan yang terpenting hanya ada dua orang yang masih hidup dan bertarung pada saat itu.”
“Tidak salah lagi... Itu adalah perang besar yang mengguncang dunia ini beberapa ratus tahun yang lalu, katakan tentang kedua orang itu.”
“Salah satu dari mereka memakai Long sword yang mengeluarkan cahaya berwarna putih dan perawakannya layaknya seorang warior dengan armor yang bercahaya sedangkan yang satunya adalah seorang pria yang memegang dua dagger yang mengeluarkan cahaya kebiruan.”
“Hmm? Tidak mungkin! Lalu kau mewarisi kekuatan dari orang yang mana?
“Orang yang memakai Dagger!”
Phantom adalah sebutan bagi orang-orang yang berani melawan Game master, mereka melawan Game master karena telah mengetahui hal-hal tabu di balik diundangnya para manusia ke dunia ini. Phantom hanya ingin menghentikan tindakan dari Game master yang mana sangat merugikan pihak manusia, saat ini Phantom sudah tak ada di dunia ini karena mereka semua sudah dikalahkan oleh pasukan Game master, para Celestial. Namun meskipun semua Phantom berhasil dikalahkan, beberapa dari mereka masih meninggalkan beberapa peninggalan yang penting dan juga selalu mewariskan kekuatan mereka pada orang-orang yang masuk ke dunia ini. Harapannya adalah supaya mereka sadar akan tindakan dari game master dan balik melawannya bukan malah mendewakannya.
“Hmm... Baiklah Ye Zhun! Karena kau ku percayai telah mewarisi kekuatan dari salah satu phantom, maka akan ku berikan kekuatan ku yang tersisa.”
Tanpa menunggu persetujuan dari Ye Zhun, tiba-tiba Hebe mengarahkan tangannya ke arah Ye Zhun. Ye Zhun merasakan ada sesuatu yang masuk ke dalam kepalanya begitu tangan dari Hebe menyentuhnya.
“Mungkin untuk sekarang kau tak akan bisa menggunakannya namun jika level mu sudah cukup tinggi maka skill ini akan sangat berguna.”
Ye Zhun sadar dengan menerima kekuatan dari Hebe maka secara tidak langsung ia sudah mengemban harapan darinya, namun karena beberapa penjelasan dari Hebe tak bisa ia mengerti jadi ia memutuskan tak langsung percaya padanya.
“Tuan Hebe, aku tak ingin menjadi seorang phantom!”
Namun ucapan dari Ye Zhun bukan membuat Hebe marah, Hebe hanya tersenyum tipis tak mengeluarkan tanda-tanda marah ataupun kecewa sedikit pun.
“Menjadi phantom atau tidak semua itu tergantung pada mu, aku hanya sedikit bercerita tentang masa lalu jadi jangan terlalu memikirkannya. Kekuatan ini juga ku berikan hanya karena kau adalah satu-satunya manusia yang ada disini saat ini.”
Ye Zhun tersenyum mendengar ucapan dari Hebe, ia merasa lega karena ia tak harus menjadi seorang phantom meskipun sudah menerima kekuatannya. Ye Zhun hanya ingin hidup dengan caranya sendiri di dunia ini tanpa mengembangkan suatu kewajiban ataupun harapan dari orang lain, ungkapan bebas sangatlah cocok untuk dirinya.
“Tapi setidaknya terimalah ini dari ku,” lanjut Hebe.
Layar status milik Ye Zhun keluar dengan sendirinya, semuanya masih tetap sama namun terdapat satu hal baru yang tertulis di layar statusnya. Itu adalah hidden class, class utamanya masih tetap kosong namun hidden Class nya terisi oleh satu kata ‘Savior’.
“Apa ini!? Savior?”
“Tuan Hebe? Apa ini?”
Hebe tersenyum kepada Ye Zhun yang tengah panik.
“Tenanglah... Itu hanyalah hadiah dari ku yang akan sangat berguna bagimu kedepannya. Hidden Class tak akan bisa dilihat oleh orang lain selain kau jadi tak perlu mengkhawatirkannya.”
Meskipun begitu Ye Zhun masih agak tak senang dengan pemberiannya itu, sebuah Hidden class yang mungkin sangat berkebalikan dengan sifat Ye Zhun yang mana juga mengartikan bahwa Hebe sebenarnya berharap agar Ye Zhun menyelamatkan para manusia.
“Kalau begitu ini sudah waktu ku untuk pergi, jika kau mau keluar cukup ketuk pintu batu itu 3 kali dan alirkan mana mu pada batu itu.”
“Sebelum itu berhati-hatilah pada 1 orang dari kawanan mu itu.”
“Apa maksudmu?”
“Ada salah satu dari kawanan mu yang mengeluarkan sihir yang menyebabkan gempa bumi serta memancing penghalang yang ada di pintu batu, ku rasa dia berencana membunuh semua orang dengan kejadian ini namun tak berhasil.”
Hanya ada satu orang yang memiliki kemampuan seperti itu dalam regu penyelidikan kali ini, pantas saja Ye Zhun selalu merasakan ada sesuatu yang berbahaya ketika berada di dekatnya. Bahkan sepertinya ia juga telah memasang jebakan di dalam ruang harta ini yang mana juga menjelaskan bahwasannya ia sudah pernah ke sini sebelumnya.
“Selamat tinggal!”
Hebe secara perlahan mulai lenyap dalam cahaya yang seakan menelannya, Ye Zhun sama sekali tak mencegahnya karena sebenarnya Ye Zhun tahu bahwa Hebe merupakan kesadaran dari phantom yang di tinggalkan sebelum mereka mati.
Untuk saat ini Ye Zhun tak perlu memikirkan tentang Game master ataupun apa masalah yang di buatnya, ia hanya perlu fokus untuk menjadi kuat sehingga kebenaran yang ada akan muncul dengan sendirinya dan membuatnya sadar bahwa tak ada cara lagi selain bertarung dengannya.
“Hmm... Saviorkah? Sungguh Class yang memuakkan!”
Class barunya memberikan Buff yang luar biasa bagi Ye Zhun, ia mendapatkan peningkatan dalam setiap statusnya sebanyak lima belas poin yang mana setara dengan naik level lima kali. Ia juga mendapatkan sebuah skill aktif yang bernama Rage.
“Yah setidaknya skill aktif ini bisa sangat berguna untuk ku.”
Skill Rage adalah adalah skill yang jika di aktifkan maka spieler akan berada di dalam kondisi kemarahan, kecepatan bergerak dari spieler akan naik tiga puluh persen serta bisa menaikkan kemungkinan pukulan critical lebih tinggi pada musuh. Skill ini menyerap satu persen mana setiap lima detik penggunaannya, skill ini tak bisa di gunakan secara terus menerus dan jeda dalam penggunaannya adalah satu menit.
“Baiklah! Tak ada lagi yang bisa dilakukan disini jadi ayo keluar!”
Ye Zhun pun berjalan menuju pintu batu yang tertutup rapat dan mulai mengetuknya tiga kali sesuai dengan arahan Hebe, setelah itu ia mengalirkan mana miliknya kedalam pintu ini yang mana merupakan langkah terakhir untuk membuka pintunya.
Ziiiingggh....
Pintu batu inj mulai mengeluarkan cahaya yang berbentuk seperti sirkuit sihir buatan manusia di permukaannya, penghalang yang ada di balik pintu ini pun juga mulai hilang namun tak ada yang menyadarinya kecuali satu orang.