Pintu akhirnya terbuka

1482 Kata
Morgan, Ken dan Wang Sheng saat ini tengah duduk di depan pintu batu dan berharap agar Ye Zhun segera keluar dari dalam, perbuatan mereka ini telah di lakukan sejak saat Charles memutuskan untuk menunggu di sini sampai Ye Zhun keluar. Tak peduli apa yang dikatakan oleh para anggota party Charles, mereka tetap menunggu tanpa beristirahat sedikitpun. “Morgan... Kira-kira apa yang dihadapi Ye Zhun di dalam sana?” tanya Ken. “Entahlah, aku hanya ingin ia keluar dengan selamat dan membalas perlakuannya yang membuat ku masih hidup sampai sekarang.” “Apa menurutmu dia cocok untuk menjadi anggota party kita?” “Ha ha... Pertanyaan mu salah! Yang benar adalah apakah party kita cocok dengannya?” Yang Morgan katakan adalah suatu hal yang membuat Ken terdiam ketika mendengarnya. Party Coutali memang lah party terkuat yang ada di kota Perlas. Namun dibandingkan dengan party yang ada di kota lain ataupun ibukota maka party Coutali sama sekali tak bisa dibandingkan, kota Perlas yang merupakan kota dimana para pemula berkumpul hanya merupakan kota singgahan bagi Spieler normal dan mungkin tak akan kembali lagi kesini. Dengan bergabungnya Ye Zhun ke party ini maka hanya akan ada ketidak keseimbangan dari anggota party yang lainnya. “Morgan benar! Dengan sistem party kita yang menjunjung tinggi kebebasan maka tak akan cocok dengan Ye Zhun. Apalagi ada orang bodoh seperti kau Ken di party ini.” “Haa? Satu-satunya yang bodoh di party ini hanyalah kau Wang Sheng sialan!” Kedua orang ini kembali berkelahi seperti di keseharian mereka, selalu saja ada konflik yang di perdebatkan dan berakhir pada saling tukar pukulan antar sesama. “Kalian berdua lah orang bodohnya!” sahut Morgan dalam batinnya. Dalam kegaduhan yang di buat oleh dua orang bodoh party Coutali, Aleinston datang menghampiri mereka dengan senyum palsu yang selalu di pasangnya. “Morgan! Bagaimana keadaan mu?” “Ahh... Tuan Aleinston! Aku sudah baik-baik saja.” “Baguslah kalau begitu... Ku lihat kau sangat setia menunggu keluarnya teman mu itu?” “Apa yang Tuan bicarakan? Tentu saja aku melakukan ini karena dia adalah orang yang menyelamatkan ku! Tapi jika ia tak keluar sampai besok maka mau tidak mau kita harus kembali dan menyusun rencana kembali untuk menyelamatkannya” Tak ada yang memiliki prasangka buruk pada Aleinston bahkan disaat dirinya menanyakan hal-hal yang seharusnya mencurigakan, gelar mage kerajaan bintang tiga membuatnya menjadi orang yang bisa di percaya dan selalu memiliki kesan baik di hadapan publik. Mereka semua yang ada di sini tak mengetahui bahwa orang yang berusaha mencelakai mereka adalah orang yang mereka junjung tinggi, namun semua itu akan terungkap pada waktunya. Semua orang tengah tertidur pulas tanpa ada gangguan sedikit pun, suara-suara monster yang sudah berseru sedari tadi menunjukkan bahwa matahari akan segera terbit. Grrrhhhh... Krakk... Krak.... Pintu batu mulai mengeluarkan cahaya terang benderang yang berbentuk layaknya sirkuit sihir, pintu ini mengeluarkan getaran yang lumayan keras sehingga membuat semua orang yang tertidur pulas terbangun dengan wajah penuh kebingungan. Dari balik ruangan secara perlahan muncul sebuah siluet seseorang dikarenakan cahaya yang begitu terang dari balik tubuhnya, semua mata terperanjat, rasa kantuk yang tadinya menguasai sudah lenyap. Ye Zhun berjalan keluar dengan santainya seakan tak terjadi apa-apa dengan dirinya, Wang Sheng dan yang lainnya segera melompat menimpa tubuh Ye Zhun dari saking bahagianya mereka. “Ye Zhun!” “Ye Zhun!” “Ye Zhun!” Brakk.... “Bodoh! Menyingkir lah aku tak bisa bernafas karena kalian terlalu berat!” Reuni singkat antara keempat orang itu mulai terjadi, mengabaikan orang lain yang terkejut dengan kedatangannya kembali secara tiba-tiba. Ada dari mereka yang tak suka dengan kembalinya Ye Zhun, ada juga yang ikut bahagia, ada juga seseorang yang merasa terancam karena rahasianya telah terbongkar. Charles datang pada kerumunan itu dengan raut wajah yang menyegarkan. “Ye Zhun! Aku tau kau bisa selamat dari dalam sana” “Charles... Terima kasih sudah menunggu ku disini.” “Setidaknya hanya ini yang bisa aku lakukan, aku sudah gagal menyelamatkan salah satu anggota party ku dan kau berhasil menyelamatkan salah satu anggota terpenting di regu penyelidikan ini. Aku sangat berterimakasih kepada mu!” Sebelumnya satu orang dari party Charles mati tertimpa reruntuhan saat di dalam ruang harta, Charles dan anggota partynya yang lain terlihat sangat terpukul dengan kejadian itu namun mereka semua masih tetap berusaha untuk tegar. Hanya satu orang yang bisa disalahkan karena kejadian itu dan hanya Ye Zhun seorang yang mengetahui perbuatannya, Ye Zhun sadar bahwa tanpa bukti maka ia tak akan bisa mengungkapkan perbuatan orang ini pada khalayak umum namun berbeda lagi jika ia hanya perlu bertindak seorang diri. Tak perlu pengakuan dari publik adalah prinsip mendasar dihati Ye Zhun. Charles telah memberi komando bahwa mereka semua akan keluar di saat matahari sudah cukup tinggi karena keluar di saat seperti ini merupakan kebodohan seorang amatir, monster-monster yang sangat kuat cenderung berkeliaran disaat malam hari saja sehingga akan ada resiko yang lebih tinggi jika mereka semua keluar sekarang. Untuk saat ini mereka hanya perlu mengemasi barang-barang dan bersiap-siap di luar goa. Wang Sheng berjalan di samping Ye Zhun sepanjang perjalanan menuju keluar goa, ia sangat tertarik dengan apa yang terjadi di dalam ruang harta. “Ye Zhun! Apa yang terjadi di ruang harta di saat kau terkurung? Di saat kau keluar tadi, terlihat ada cahaya yang sangat menyilaukan sehingga aku tak dapat melihatnya dengan jelas.” “Dan disaat aku akan memeriksanya sejenak, pintu batu itu langsung tertutup kembali dengan sangat rapat.” Ye Zhun mendengarkan setiap pertanyaan dari Wang Sheng sembari mengawasi seseorang yang sedari tadi memperhatikannya, Aleinston berjalan di belakang Ye Zhun sembari memperhatikan Ye Zhun di setiap gerakannya. Ye Zhun berpura-pura tak menyadari akan Aleinston dan terus mengobrol dengan Wang Sheng. “Tak ada apa-apa di dalam sana, aku hanya membersihkan reruntuhan yang ada dan secara tak sengaja menemukan tombol untuk membuka pintu batu itu. Begitu aku menekan tombol itu, seluruh ruangan mengeluarkan cahaya dan pintu itu terbuka.” “Hmm... Apa tombol itu juga yang mematikan penghalang yang ada di pintu itu?” Ye Zhun semakin yakin dengan kata-kata Hebe sebelumnya yang mengatakan bahwa ada seseorang yang membuat penghalang di pintu bagian luar agar tak ada yang bisa menyerang pintu itu dengan sihir, namun untuk sekarang Ye Zhun hanya perlu berpura-pura bodoh sembari sedikit memancing reaksi dari Aleinston. “Penghalang? Apa kau bodoh?” “Apa maksudmu?” “Jika penghalangnya ada di luar pintu maka ada seseorang yang memasangnya dari luar! Aku berada di dalam sana dan tak menemukan penghalang apapun di pintu batu itu” “Jadi yang kau maksud... Ada seseorang yang memang sengaja menutup pintu dan membuat penghalang agar tak ada yang bisa membukanya?” Aleinston menjadi gusar saat mendengar obrolan dari Ye Zhun dan Wang Sheng, semua orang tahu bahwa penghalang hanya bisa di pasang oleh seorang mage atau melalui item sihir yang sangat mahal. Pada saat itu hanya ada satu mage yang bersama regu ini jadi beberapa orang menyangka hal yang sama dengan apa yang dikatakan oleh Wang Sheng, namun kebanyakan dari mereka hanya percaya pada gelar dan reputasi baik yang berkutat di khalayak umum. Mereka tak mau menerima semua hal yang dikatakan Ye Zhun dan hanya berakhir dengan diam seribu bahasa, namun party Coutali mengerti dengan apa yang coba Ye Zhun katakan namun mereka tak mengambil tindakan karena ingin lebih memastikan lebih jauh lagi. Regu ini sudah sampai di luar Cave Ruth dan secara tiba-tiba- Grak... Grakk... Brughh.... Begitu mereka semua keluar dari Cave Ruth, goa yang masih menyimpan banyak rahasia ini tiba-tiba berguncang hebat dan secara perlahan mulai rata dengan tanah. Tak ada yang tersisa dari goa ini maupun harta ataupun monster yang mendiaminya, mungkin yang tersisa hanyalah sebuah efek unik yang mana para monster tak mau mendekati goa ini dari jarak satu kilometer. “Apa-apaan ini? Jika sepuluh detik yang lalu kita masih di dalam sana maka kita semua akan mati” “Tak ada lagi yang namanya Cave Ruth!” Semua orang senang sekaligus sedih dengan hancurnya Cave Ruth, mereka senang karena berhasil keluar dari sana sebelum tempat ini hancur namun mereka sedih karena tak terlalu banyak harta yang mereka dapatkan dari tempat ini sedangkan masih banyak yang tersedia di dalamnya. Namun untuk sekarang mereka hanya perlu mengkhawatirkan werewolf yang mengerumunk mereka sekarang, jumlahnya sudah dua kali lipat daripada sebelumnya dan dengan keadaan regu saat ini maka orang-orang hanya akan menjadi makanan bagi mereka. “Baiklah... Sepertinya ini merupakan waktu yang tepat untuk Tuan Aleinston!?” “Tuan! Bisakah kau menangani mereka?” Dengan penuh percaya diri Aleinston menghentakkan tongkatnya ke tanah dan menjawab pertanyaan dari Charles, “Tentu saja aku bisa!” Aleinston maju ke barisan paling depan dan segera menargetkan para werewolf, ia mulai merapalkan mantra sihir seperti yang biasa ia lakukan. Tepat di saat Aleinston menggumamkan mantra sihirnya, Ye Zhun tiba-tiba maju dengan mengangkat tangan sehingga membuat Aleinston terganggu dan tak meneruskan sihirnya tadi. “Ye Zhun? Apa yang kau inginkan?” “Biarkan aku menghadapi semua monster itu!”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN