Tiba-tiba muncul gempa bumi yang menggetarkan seluruh isi dari ruangan ini, semua item sihir, gundukan koin emas serta yang lainnya mulai berjatuhan ke atas tanah. Semua orang merasa panik namun memilih untuk tak bergerak dari tempat mereka berdiri, langit-langit ruangan ini mulai berjatuhan bahkan ada yang menimpa salah satu anggota party Charles.
“Kyaahhh... Juaaaan!”
Tubuh dari orang itu langsung hancur serentak dengan teriakan teman wanitanya, dengan kejadian ini Charles langsung mengambil komando kembali.
“Semuanya cepat keluar dari ruangan ini!”
Semua orang mulai berhamburan demi menyelamatkan diri sendiri, mereka semua sadar bukan hanya gempa yang terjadi namun pintu batu itu secara perlahan menutupkan dirinya kembali. Dalam keadaan genting seperti ini seharusnya Ye Zhun lebih memilih untuk mementingkan dirinya sendiri, namun ia melihat bahwa Morgan saat ini tengah tak sadarkan diri dengan darah yang mengalir dari kepalanya.
“Morgan! Kau tak apa?”
Ye Zhun langsung mengecek detak jantung dari Morgan dan bisa bernafas lega bahwa ia saat ini masih bernyawa, dengan sekuat tenaga ia mengangkat tubuh Morgan dan membawanya keluar dari pintu ini.
Semua orang saat ini sudah berada di luar ruangan harta ini, Ken yang berada paling belakang mulai histeris ketika tak menemukan Morgan.
“Hey! Morgan masih ada di dalam!”
“Apa!?”
“Ye Zhun juga tak ada di sini!”
Orang-orang melihat ke arah dal ruangan yang saat ini tengah hujan reruntuhan langit-langitnya, dengan kegelapan seperti ini tak ada yang bisa melihat Ye Zhun ataupun Morgan. Ken semakin menjadi-jadi dan akan mulai masuk ke dalam ruangan harta ini lagi, namun Wang Sheng menghentikannya dan menyuruh agar ia tetap tenang.
“Haa!? Apa kau gila? Morgan dan Ye Zhun masih ada di dalam sana dan kau menyuruh ku untuk tenang Wang Sheng sialan!?”
“Bukan hanya kau yang ingin menyelamatkan mereka namun dengan keadaan seperti ini kita hanya akan berakhir dengan kematian!”
Tak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Wang Sheng, ken tetap meronta-tonta ingin masuk ke dalam ruangan harta kembali. Anggota party Charles bahkan membantu Wang Sheng untuk menenangkannya.
Pintu semakin tertutup, Ken yang sedari tadi tak bisa diam mulai berhenti dan menjadi lemas di atas tanah.
“Hey... Tahan pintunya!”
Sebuah suara yang menggema di tengah keributan mulai terdengar oleh Charles.
“Semuanya diam!”
Charles mengkonsentrasikan dirinya agar biasa lebih jelas mendengar suara barusan.
“Hey... Tahan pintunya!”
“Suara ini!? Ye Zhun!”
“Semuanya tahan pintunya agar Ye Zhun bisa keluar!”
Orang-orang mulai menahan pintu seperti apa yang di ucapkan oleh Charles, namun beberapa anggota partynya yang tak suka kepada Ye Zhun memilih untuk diam dan tak mengindahkan perintah Charles. Hal ini membuat Wang Sheng marah namun ia sadar bahwa ini bukan saat yang tepat untuk memberi mereka pelajaran, ia hanya berusaha menahan pintu batu ini sekuat tenaga agar Ye Zhun bisa keluar.
Secara perlahan dari dalam kegelapan mulai terlihat Ye Zhun yang tengah menggendong Morgan di punggungnya, ia berusaha untuk berjalan secepat yang ia bisa namun dengan kekuatannya saat ini semua itu sungguh mustahil. Beberapa batuan reruntuhan hampir mengenai dirinya namun semua itu tak membuat Ye Zhun takut dan terus berjalan secepat yang ia bisa.
Ye Zhun hampir sampai menuju pintu yang hampir sepenuhnya tertutup, ia sadar bahwa bila masih membawa Morgan di punggungnya maka keduanya akan terkurung disini. Dengan luka yang dialami oleh Morgan maka kemungkinan ia bisa mati beberapa jam lagi jika tak segera di obati oleh Priest, oleh karena itu iya memutuskan untuk mengedepankan keselamatan Morgan terlebih dahulu daripada dirinya.
“Wang Sheng! Tarik Morgan!”
Wang Sheng mengangguk dan segera menarik tubuh Morgan dari punggung Ye Zhun, tepat di saat Wang Sheng berhasil menangkap Morgan, pintu batu telah tertutup rapat sedangkan Ye Zhun masih ada di dalam ruangan saat ini.
“Ye Zhun...!”
Wang Sheng berrteriak sekuat tenaganya karena khawatir akan keselamatan temannya yang ada di dalam ruangan harta saat ini, ia bahkan menjatuhkan tubuh Morgan dan segera menyerang pintu batu ini dengan kapaknya.
“Terbukalah! Terbukalah! Terbukalah! TERBUKALAH...!”
Wang Sheng terus menyerang pintu itu dengan sekuat tenaganya bahkan hingga kapaknya rusak sedikit demi sedikit, pintu itu sama sekali tak tergores dan masih tertutup rapat.
“Benar! Tuan Aleinston! Tolong serang pintu ini dengan sihir mu lagi!”
Aleinston menghela nafas panjang sembari menepuk pundak Wang Sheng agar tetap tenang.
“Aku sudah mencobanya barusan namun aku sadar bahwa ada sebuah penghalang baru di pintu ini.”
“Penghalang ini akan memantulkan segala jenis sihir yang menyerang pintu ini dan kemungkinan hanya bisa di hilangkan jika di buka dari dalam ruangan!”
“Kalau kau tak mempercayai perkataan ku maka lihatlah ini!”
Aleinston mulai mengarahkan tongkatnya ke arah pintu dan merapal sebuah mantra sihir kompleks.
“Fireball!”
Fussshh.... Cting... Blarrrrrr....
Sihirnya benar-benar memantul setelah mengenai pintu itu, bahkan kekuatan sihir dari pantulannya juga di tingkatkan dua kali lipat.
“Tidak mungkin! Ye Zhun terperangkap di dalam sana dan tak ada dari kita yang bisa menyelamatkannya “
Wang Sheng mulai meninju-ninju pintu ini dengan air mata yang mengalir deras, Charles datang berusaha menenangkannya dan mementingkan Morgan yang tengah tak sadarkan diri saat ini.
“Faia! Kau cepat sembuhkan Morgan”
Priest itu pun mulai melakukan apa yang di perintahkan oleh Charles, ia mulai merapalkan beberapa mantra dan mengarahkan rosario miliknya ke tubuh Morgan.
“Revitalize!”
Tubuh Morgan mulai mengeluarkan cahaya kehijauan khas dari sihir penyembuhan para Priest, pendarahan di kepalanya sudah berhenti dan lukanya sudah menutup namun saat ini ia masih tak sadarkan diri.
“Semuanya mari menetap beberapa hari disini untuk menunggu Ye Zhun!”
Charles memerintahkan semua anggota tim untuk menunggu Ye Zhun karena ia percaya bahwa Ye Zhun pasti bisa selamat dari dalam sana, keputusan ini juga diambil demi menenangkan Wang Sheng dan Ken yang masih agak terguncang karena kejadian barusan.
Sementara itu di dalam ruang harta, Ye Zhun yang tadinya tak sadarkan diri karena kelelahan dan juga benturan yang cukup keras di kepalanya, mulai sadar dan langsung di suguhkan dengan kegelapan yang dalam
“Gelap... Gelap sekali di sini.”
“Apa aku mati? Sepertinya tidak. Ini-
Ye Zhun mencoba bangkit dengan kekuatan yang ada namun tak bisa karena dikuasai oleh rasa sakit yang luar biasa.
“Arrghh... Tubuhku sakit semua!”
Ye Zhun berusaha mencari-cari apa yang ada disekitarnya namun tak dapat memastikan lebih lanjut karena ia tak bisa melihatnya, ia merasa sangat heran karena seluruh pandangannya gelap namun ia masih merasakan sensasi cahaya dari kulitnya. Tiba-tiba-
“Selamat Datang Ye Zhun!”