Ye Zhun!”
Semua mata menatap kepada Ye Zhun yang tengah mengakhiri Undead yang terakhir, dengan senyum puas yang terlukis di wajahnya ia meletakkan kembali senjata yang ia pegang dan berjalan menuju orang-orang ini.
Morgan dengan wajah yang berseri-seri menepuk pundak Ye Zhun sembari tersenyum tipis.
“Aku tau kau itu kuat tapi tak ku sangka sampai sekuat ini!”
“Kau terlalu melebihkan aku, lagi pula ini memang tugas ku sebagai satu-satunya assasin yang ada.”
Orang-orang yang tadinya meragukan Ye Zhun hanya bisa menundukkan kepala tanpa berkata apapun, namun meski begitu sifat mereka tetap saja tak berubah dan malah semakin bertambah iri kepada Ye Zhun. Ye Zhun mendapati bahwa Aleinston yang tadi tak terlalu berguna ketika Undead-Undead itu menyerang, saat ini tengah meliriknya dengan tatapan yang tak mengenakkan.
“Bagaimana Ken? Apa kau masih ragu dengan kemampuan Ye Zhun?”
Wang Sheng merangkul Ken yang saat ini sedang memperhatikan Ye Zhun.
“Hmm... Sekarang aku mengerti yang kalian berdua maksud! Anak ini meskipun masih level 1 tapi dia memiliki potensi yang sangat besar!”
“Ha ha ha! Aku tau kau akan berkata begitu! Jadi bagaimana dengan taruhan kita sebelumnya?”
Ken tertunduk lesu mendengar ucapan dari Wang Sheng, keduanya telah melakukan sebuah pertaruhan pribadi mengenai kemampuan Ye Zhun dan siapapun yang kalah akan membayar seratus koin Gold.
“Aku akan membayarnya setelah misi ini!”
“Ha ha ha! Baguslah kalau begitu! Aku akan mentraktir Ye Zhun ketika kau sudah membayar”
Misi kembali di lanjutkan, Ye Zhun masih mendapatkan tatapan sinis dari para anggota party Charles namun dia menghiraukan nya. Setidaknya selama mereka tak melakukan sesuatu yang merugikannya Maka ia hanya akan diam. Berbagai macam monster muncul menyerang tim ini ketika semakin dekat ke tujuan, kebanyakan adalah monster yang berlevel lumayan tinggi namun lebih lemah daripada Undead Scarvice sebelumnya. Ye Zhun tak perlu turun tangan ketika melawan monster-monster ini karena dengan kekuatan kedua party ini maka monster yang ada bisa di kalahkan.
Hampir 1 jam berjalan tanpa henti dan terus menerus menerima serangan monster, akhirnya mereka semua sampai di depan Cave Ruth.
“Semuanya istirahat di sini terlebih dahulu!”
Sepertinya Charles yang merupakan pemimpin misi hari ini bisa melihat keadaan dengan benar, semua anggota telah merasakan kelelahan karena pertempuran yang tak ada hentinya. Mereka bahkan tak sempat mengambil inti monster yang dikalahkan hanya karena ingin segera sampai ke tempat ini agar tak di serang oleh monster lainnya.
Ye Zhun memperhatikan goa ini dengan seksama dan merasakan ada sesuatu yang berbahaya dari dalamnya, entah mengapa ada seperti tekanan dingin yang membunuh dari dalam goa ini. Karena ia masih tak yakin dengan apa yang ia rasakan maka Ye Zhun memutuskan untuk bertanya kepada teman-temannya.
“Morgan... Apa kau sudah pernah masuk ke dalam sana?”
“Hmm? Tidak. Ini pertama kalinya aku sampai di Cave Ruth!”
Ye Zhun terdiam dan terus memperhatikan goa ini, tatapannya tajam seakan bisa melihat jauh ke dalam goa.
“Kenapa kau? Apa ada yang kau pikirkan mengenai goa ini Ye Zhun?”
“Emm... Aku tak terlalu yakin.”
“Jangan khawatir, party kelas atas dari ibukota sudah pernah ke dalam goa ini dan mereka hanya bertemu monster-monster lemah.”
“Oh iya? Lebih lemah mana dengan monster yang ada di Forest of Morker?”
“Lebih lemah di goa ini!”
Semua itu semakin membuat Ye Zhun kebingungan, Cave Ruth yang hanya diisikan oleh monster-monster lemah namun sangat di jauhi oleh monster-monster yang ada di luarnya yang mana lebih kuat. Bahkan para monster tak berani mendekat satu kilometer dari goa ini.
“Party itu... Apa yang mereka dapatkan di dalam sana?”
“Entahlah... Mereka tak mengatakan apapun, mereka hanya mengatakan ada sebuah pintu yang tak bisa di buka di dalam sana. Sepertinya ini juga merupakan alasan mengapa Tuan Aleinston ikut dalam misi ini.”
Disaat Ye Zhun tengah berpikir keras, Aleinston tertarik dengannya dan mulai mendekati Ye Zhun.
“Nak, apa yang kau pikirkan dari goa ini?”
Ye Zhun pun segera menjawab pertanyaannya sembari menunjukkan jarinya ke arah kanan, “Hmm? Tidak... Aku hanya bingung kenapa monster-monster itu tak mau mendekat ke sini.”
Sekumpulan monster yang mungkin berjumlah sekitar lima puluh ekor tengah memperhatikan mereka saat ini, monster itu adalah werewolf yang berlevel sekitar dua puluh lima. Tim ini sudah beberapa kali bertemu dengan monster jenis ini namun jumlahnya tak terlalu banyak sehingga bisa mengalahkan mereka dengan mudah, namun dengan jumlah sebanyak ini maka mungkin mereka semua tak akan selamat.
“Heh... Apa yang kau takutkan? Disini ada tuan Aleinston, dengan sihir apinya maka mereka akan musnah dalam sekali serangserang,” ucap salah seorang anggota party Charles.
“Ya itu benar! Dengan adanya tuan Aleinston disini maka kita semua akan aman. Kau terlalu penakut sebagai seorang Spieler!”
Ye Zhun menutup matanya dan kembali duduk dengan mengeluarkan sedikit senyum pada wajahnya.
“Aku tak ingin mendengarkan pendapat dari orang-orang yang ketakutan di saat Undead Scarcive menyerang! Lebih baik kalian asah mental dan fisik kalian supaya tak selalu mengandalkan orang lain”
Mendengar hal itu membuat orang-orang yang berbicara barusan kesal dan mencoba menghardik Ye Zhun, ranger dari anggota party Charles bahkan menyerang Ye Zhun dengan panahnya. Untungnya Wang Sheng segera menyadari hal itu dan melindungi Ye Zhun dengan tamengnya.
Ctang....
“Wang Sheng! Kenapa kau melindungi orang itu!?”
Wang Sheng terlihat sangat marah ketika mereka mencoba menyerang Ye Zhun barusan, pembuluh darah yang ada di kepalanya membesar dan ia menatap orang-orang itu dengan aura membunuh yang sangat besar.
“Lakukan itu lagi dan tak akan ada akhir baik untuk kalian!”
Situasi semakin tak terkendali, Wang Sheng saat ini benar-benar ingin membunuh anggota party Charles yang mencoba menyerang Ye Zhun. Charles dengan segera melindungi mereka dan bersiap menahan serangan Wang Sheng, Ye Zhun sadar akan hal ini segera menyadarkan Wang Sheng dengan hanya sebuah tepukan di bahunya.
“Tenanglah Wang Sheng... Aku yang salah karena memprovokasi mereka!”
“Tapi mereka benar-benar ingin membunuh mu barusan!”
“Ku bilang untuk tenang bukan?”
Suara Ye Zhun yang begitu tenang terdengar seperti sebuah peringatan untuk Wang Sheng, ia benar-benar menjadi pucat pasi karena tekanan yang Ye Zhun keluarkan saat ini. Meskipun Wang Sheng sadar bahwa tekanan ini tak di tujukan pada dirinya tapi ia benar-benar merasa sangat ketakutan olehnya.
“B-Baiklah....”
“Maafkan aku Charles karena terlalu berlebihan mengatai teman-temannya mu!”
Charles yang juga merasakan tekanan itu hanya bisa berdiri tegap dan berpura-pura kuat di hadapan anggota party nya.
“Ya tak apa!”
(Bagaimana seorang assasin berlevel 1 bisa memiliki tekanan membunuh sekuat ini?)
Charles mencoba mengatur nafasnya yang sedari tadi sesak karena tekanan yang Ye Zhun keluarkan, ia masih tak bisa percaya dengan apa yang barusan terjadi. Sosok yang lebih berbahaya dari pada Monster, itulah yang Charles rasakan dari Ye Zhun saat ini.
“Kemari kalian!”
Charles mengumpulkan anggota party nya yang mencoba menyerang Ye Zhun barusan.
“Aku ingin kalian tak mencari masalah dengan orang itu lagi!”
Anggota partynya kebingungan dengan apanyang Charles katakan, di hati mereka tetap menyimpan rasa ingin membunuh Ye Zhun sekarang.
“Apa yang kau katakan Charles? Dia hanya amatir berlevel 1!”
“Dengarkan aku baik-baik! Jika kalian masih mencari masalah dengannya maka aku tak akan melindungi kalian. Terlepas dari party Coutali, ia merupakan bahaya itu sendiri. Aku bahkan tak yakin bisa mengalahkan orang itu saat ini.”
Semua anggotanya terdiam seribu bahasa dan hanya bisa menganggukkan kepala atas peringatan yang di ucapkan oleh Charles, mereka yang telah lama bersama Charles jadi mereka tahu bahwa Charles tak membual akan hal penting seperti ini.
Istirahat saat ini terbagi menjadi dua bagian yang terpisah, party Charles dengan party Coutali mengambil jarak pada tempat istirahat mereka agar tak terjadi ketegangan seperti barusan. Aleinston yang tertarik pada Ye Zhun memutuskan untuk bersama party Coutali, Charles tak mempermasalahkan hal itu karena pada akhirnya mereka akan masuk bersama ke dalam Cave Ruth
Setengah jam telah berlalu, kekuatan mereka sudah pulih kembali. Semua anggota tim berdiri di hadapan Cave Ruth menunggu komando dari Charles.
“Ayo masuk!”
Serentak semua orang masuk ke dalam Cave Ruth sembari membawa penerangan berupa obor, keadaan goa yang gelap dan lembab membuat perasaan berbahaya semakin mengental.
Setelah masuk semakin ke dalam mereka mulai bertemu dengan Mosnter berupa kelelawar yang sama seperti di dalam Dungeon tingkat E di zona persiapan, monster selemah ini mereka tak perlu mengeluarkan tenaga lebih untuk mengalahkannya. Satu gerakan saja bisa membunuh monster ini dan penelusuran goa bisa di lakukan sembari mengalahkan mereka.
“Ha ha ha! Apa ini? Terlalu lemah!”
“Monster-monster ini bukanlah lawan yang pas untuk kita!”
“Kau benar! EXP ku tak banyak bertambah dengan mengalahkan mereka sehingga aku tak bisa naik level”
Ye Zhun yang mendengarkan hal itu teringat akan layar statusnya yang tak pernah ia buka dari saat masuk ke dunia ini, latihan dari Clara yang membuatnya menjadi sering lupa memeriksa layar statusnya.
“Hmm? Ye Zhun kau sudah level 5 tuh...”
“Eh? Wang Sheng kau bisa melihat layar status ku?”
“Ha ha ha! Kau pikir ini zona persiapan? Disana energi mananya sangat sedikit karena masih berhubungan dengan bumi, oleh karena itu layar status mu tak akan bisa di lihat oleh orang lain!”
Hal itu bisa diterima oleh Ye Zhun karena semuanya memang benar, saat ia pertama kali memasuki dunia ini ia bisa merasakan energi mana yang sangat melimpah daripada saat di zona persiapan, sedangkan saat ia kembali ke bumi ia sama sekali tak merasakan energi mana. Satu hal yang membuatnya terganggu adalah perhatian orang-orang saat mengetahui dirinya naik level.
Beberapa mata menatapnya dengan tak senang seakan iri akan pencapaiannya, ada juga Morgan dan lainnya yang tersenyum puas dengan kenaikan levelnya.
“Hmm... Stat-ku berbeda dari saat di zona persiapan?”
Ye Zhun mendecak kesal begitu mengetahui Statnya turun dari sebelumnya, bagaimana pun ia telah melakukan latihan berat bersama Clara demi mendapatkan semua stat itu dan sekarang semuanya di turunkan beberapa angka daripada sebelumnya. Tidak hanya itu, Classnya masih tak diketahui seperti sebelumnya sehingga membuat ia semakin kesal.
“Kita sampai!”
Di saat Ye Zhun memperhatikan layar statusnya, Charles berteriak dari barisan depan memberinya bahwa sudah sampai di pintu yang tak bisa di buka. Pintu yang terbuat dari batu dan memiliki beberapa pola timbul di permukaannya,
“Ini benar-benar tertutup rapat, tak ada lubang kunci ataupun gagang pintu.”
“Tuan Aleinston... Silahkan!”
Aleinston segera mengambil posisi dan Charles memberikan sinyal supaya semua orang menyingkir dari hadapan Aleinston, sepertinya ia mencoba membuka pintu ini dengan menggunakan sihir.
Aleinston mulai menggumamkan mantra sederhana dan seketika energi sihir yang sangat kuat mulai berkumpul di sekitarnya, semua orang termasuk Ye Zhun merasakan tekanan yang di hasilkan oleh sihir milik Aleinston yang mana membuat seluruh tubuh merinding.
“BREATHE OF PHOENIX! Haaaaa!!”
Sebuah sihir api yang sangat kuat mulai meluncur ke arah pintu dan segera membakar pintu itu, dalam beberapa saat pintu itu terbakar dan mulai berubah warna menjadi merah. Suhu yang begitu panas menyebabkan pintu itu berubah warna namun tak ada tanda-tanda akan terbuka, jangankan menghancurkannya bahkan sihir itu sama sekali tak dapat menggoresnya.
“Ahh ini masih tak terbuka!” ucap seorang anggota party Charles.
“Ho ho... Dasar anak muda yang tak sabaran! Tunggulah sampai apinya padam”
Semua orang mengiyakan apa yang dikatakan Aleinston barusan, pada akhirnya semuanya menunggu api di pintu ini padam. Lima menit sudah berlalu, semua apinya sudah hilang dan pintunya kembali ke warna yang sebelumnya. Tak ada tanda-tanda akan terbuka sehingga membuat anggota party Charles kembali meragukan sihir Aleinston.
“Tuan... Ini masih tak terbuka!”
Tiba-tiba-
Grakkk... Grakk... Grrriiiiieeeetttt....
Pintu batu yang tertutup rapat mulai terbuka secara perlahan menjatuhkan debu-debu serta batuan kecil yang ada di langit-langit goa, semua orang tersenyum bahagia begitu pintu batu ini terbuka.
“Lihatlah... Tak bisa di buka paksa tapi harus di serang sekuat-kuatnya! Itulah prinsip pintu ini”
“Ohh... Tapi... Kenapa ini tak terbuka lebar?”
“Cukup sudah pertanyaan bodoh mu itu! Ayo masuk!”
Semuanya mulai masuk ke dalam ruangan yang ada di balik pintu ini, tak ada kesan waspada ataupun berjaga-jaga saat memasuki ruangan ini sehingga regu ini sangat rentan akan serangan mendadak. Ye Zhun bisa merasakan dengan jelas bahwa ada bahaya yang sedang mengintai di dalam ruangan ini, namun ia memutuskan tak mengatakan apa yang di rasakan karena merasa bisa saja semua yang dirasakannya ini salah.
Begitue memasuki ruangan, setiap orang menatap dengan mata terperanjat sebuah gundukan koin emas yang ada di depan mereka.
“Ini ruang harta!”
Dengan segera sifat manusia mereka kembali lagi pada semula, dengan kerakusan yang menguasai mereka semua mulai mengambil emas-emas itu sebanyak mungkin.
“Hah... Dasar orang-orang ini!”
“Ye Zhun! Ambillah juga apa yang kau mau, di ruang harta ini seharusnya bukan hanya ada emas tapi juga ada beberapa item yang bagus!”
“Baiklah!”
Dengan penuh waspada Ye Zhun mulai menelusuri sendiri ruang harta ini, sebuah tekanan berbahaya masih bisa ia rasakan namun ia mengabaikannya karena sejauh ini tak ada yang terjadi. Di salah satu dinding ruang harta ini ia melihat ada sebuah amplop hitam, karena penasaran ia pun mengambilnya dan membukanya.
“Apa ini? Huruf-huruf ini sama sekali tak ku mengerti!”
Di dalam amplop itu berisikan sebuah surat yang tertulis beberapa kata, Ye Zhun sama sekali tak bisa membacanya karena ia tak tahu bahasa apa yang tertulis di surat itu.
“Apa yang kau temukan anak muda?”
Aleinston yang kebetulan ada di dekatnya segera menghampiri Ye Zhun begitu melihatnya kebingungan.
“Ah... Tuan Aleinston! Aku menemukan sebuah surat tapi aku tak bisa membacanya”
“Hmm... Bisakah aku melihatnya?”
“Tentu!”
Ye Zhun menyerahkan surat itu kepada Aleinston agar ia bisa membacanya.
“Hmm? Ini adalah bahasa kuno, pantas saja kau tak bisa membacanya!”
“Jadi begitu... Bisakah Tuan Aleinston membacakan isinya?”
“Tentu saja!”
“I-Ini!?”
Mata Aleinston tiba-tiba membelalak begitu mengetahui arti dari isi surat ini.
“Ada apa Tuan?”
“Disini tertulis bahwa... Semua orang bisa masuk tapi tak semua orang bisa keluar!”
Grrrhhhhh... Grrrrhhh....