Melihat kebahagian dan kesuksesan dari orang lain adalah makanan sehari-hari yang selalu ku rasakan, mereka hidup dengan kecukupan yang membuat ku iri hanya dengan melihatnya. Aku, Yang Zhi adalah seorang yang dulunya di gadang-gadang sebagai calon orang yang akan sukses telah kalah terhadap jahatnya dunia nyata. Setiap hari aku membanting tulang hanya demi uang yang bahkan tak cukup untuk membeli makanan, pekerjaan yang amat sangat beresiko namun bayarannya sangatlah kecil membuat ku sadar bahwa apa yang dinamakan mimpi hanya akan berakhir menjadi mimpi.
Aku menerima sebuah panggilan yang bertuliskan game master dan mengikuti sebuah game yang mempertaruhkan hidup ku sendiri, beruntungnya aku bisa selamat setelah bekerja sama dengan orang-orang yang bisa diandalkan. Kami akhirnya tiba di sebuah tempat yang bernama zona persiapan dan di sanalah aku bisa merasakan sebuah kekuatan yang sebelumnya ku pikir tak ada, kekuatan itu adalah mana dan sihir. Berkali-kali aku di selamatkan oleh kekuatan ini dan sedikit demi sedikit mulai terbiasa dengan semua ini, aku mulai menyukai semua ini karena disini aku bisa melakukan semua yang sebelumnya tak bisa aku lakukan.
Di zona persiapan inilah aku bertemu dengan James dan sampai sekarang kami berteman baik, kami melalui berbagai macam dungeon bersama dan saling mendukung satu sama lain. Symvoulus memberikan ku dua pilihan yakni kembali ke kehidupan ku sebelumnya atau pergi ke dunia Game Master, karena sudah merasakan pahitnya hidup di sana maka aku memutuskan untuk pergi ke dunia milik game master. Aku percaya diri dengan kekuatan ku bahwa semua yang aku hadapi di dunia yang baru akan bisa aku lewati, namun semuanya tak berjalan sesuai dengan yang aku pikirkan.
Aku dan James terjebak di sebuah situasi kritis yang mana kami tengah di kepung oleh sekelompok monster ganas dan kami tak bisa menggerakkan tubuh karena tengah terluka parah. Pada saat itu aku sudah memikirkan bahwa kami berdua akan mati di tangan monster-monster ini namun-
Braakk... Bugh... Bagh....
Seseorang tiba-tiba muncul entah dari mana dan mulai mengalahkan monster-monster itu seorang diri, orang itu memakai sarung tangan yang berwarna emas yang berkilau terang saat terkena cahaya matahari. Tak butuh waktu lama orang itu mengalahkan seluruh monster yang mengepung kami, di momen inilah sebuah kekuatan bangkit dari dalam tubuh ku. Aku bisa melihat suatu aura yang seperti mengatakan bahwa orang yang mengeluarkan aura ini dimasa depan akan memiliki kekuatan dan pengaruh yang sangat besar, aura yang keluar dari Spieler biasa hanya mengeluarkan cahaya redup sedangkan Spieler yang luar biasa akan mengeluarkan cahaya yang begitu terang.
“Apa kalian tak apa?”
Orang itu menghampiri kami kemudian memberikan potion penyembuh dengan mudahnya, sejak saat itulah aku dan James memutuskan untuk mengabdi pada orang yang menyelamatkan ku ini. Dia adalah ketua Guild Ravens yang sangat kami hormati.
Aku dan James menjadi bagian dari Guild Ravens dan mulai melakukan berbagai macam misi yang di berikan, dalam waktu satu tahun kami sudah menjadi semakin kuat dan di hormati oleh anggota guild lainnya. Aku berpikir bahwa semua ini pantas kami dapatkan setelah semua usaha yang kami keluarkan, dengan percaya diri aku mengambil salah satu misi tingkat tinggi meskipun menerima penentangan dari beberapa teman kami. Awalnya aku percaya dari namun saat melihat sendiri monster yang akan ku kalahkan, seketika rasa percaya diri ku hancur berganti dengan ketakutan yang tak kunjung selesai. Aku memutuskan untuk meminta bantuan pada guild meskipun harus menanggung malu, namun di saat keluar dari dalam dungeon aku bisa melihat seseorang yang memiliki kekuatan sama bahkan lebih besar daripada ketua guild. Aku pun memutuskan untuk merekrutnya daripada meminta bantuan kepada Guild.
Dan apa yang sedang terjadi di depan mataku saat ini mengatakan bahwa kekuatan ku ini tidak pernah salah, orang yang ku rekrut menghempaskan seekor ular merah raksasa hanya dengan satu pukulannya. Sekali lagi aku di selamatkan oleh kekuatan ini.
“Ye Zhun!?”
.
******
Ye Zhun melompat dengan sekuat tenaga dan dengan sangat cepat menuju ke arah ular merah raksasa yang tersisa, karena merasa terlalu cepat untuk menggunakan dagger akhirnya ia memilih untuk memukul ular itu sekeras mungkin. Tepat di saat ular itu akan kembali menyerang tank, Ye Zhun melancarkan satu pukulan telak pada tubuh atas ular sampai ular itu sedikit terhempas.
Buaaaghh... Bessshh....
Ular merah raksasa jatuh menggelepar di atas tanah dari saking kuatnya pukulan Ye Zhun, dalam keadaan ini Ye Zhun segera berlari ke arah kepala dari ular dan langsung memenggalnya.
“Ini adalah poin exp yang bagus!”
Crashh....
Satu gerakan tajam membuat kepala ular ini terpenggal dan mulai menggeliat kan tubuh, Ye Zhun mendapati bahwa dirinya memperoleh skill baru dengan levelnya yang juga naik beberapa kali.
Skill ini bernama s***h yang mana ketika diaktifkan akan mengabaikan defense dari musuh dan memberi damage yang lebih besar daripada serangan biasanya, skill ini menghabiskan mana sebanyak sepuluh poin dan dapat di gunakan secara terus menerus.
“Yes! Aku sudah level 43, tak ku sangka ular-ular ini memberi exp yang lumayan banyak.”
Ye Zhun menyadari bahwa dirinya terkena sedikit racun saat menyerang ular merah raksasa pertamanya, racun itu sedikit demi sedikit mulai bereaksi dan pandangannya saat ini semakin memudar. Ia memutuskan untuk pergi menemui party yang merekrutnya untuk meminta bantuan dari Priest.
“Hosh... Hosh... Racun ini? Arghh ini menyebalkan.”
Pergerakannya semakin lambat karena semakin banyak ia bergerak maka semakin cepat pula penyebaran dari racunnya, pada akhirnya ia jatuh tersungkur di sebelah mayat ular merah raksasa yang sudah tak bergerak lagi.
Yang Zhi segera mencari Ye Zhun karena ia tak kunjung muncul setelah membunuh ular tadi, setelah beberapa saat mencari akhirnya ia menemukan Ye Zhun yang saat ini tak sadarkan diri di sebelah mayat monster ini.
“Disana! Itu Ye Zhun.”
Yang Zhi beserta partynya berlari secepat mungkin ke arah Ye Zhun yang tak sadarkan diri, ia segera menopang tubuh Ye Zhun namun tak ada tanda-tanda bahwa ia akan sadar.
“Bagaimana ini bisa terjadi? Ye Zhun! Ye Zhun sadarlah!”
“Ini pasti karena racun dari ular merah raksasa, aku melihatnya terkena racun tepat sebelum ia mengalahkan monster ini tadi.”
“Ini buruk! Cepat beri penawarnya.”
James segera mengeluarkan sebotol potion penawar racun dari inventory nya, ia segera membuka dan meminumkan nya kepada Ye Zhun.
“Untunglah ini bukan bos dari ular raksasa merah, jika ia terkena racun dari bosnya maka kemungkinan paling buruk Ye Zhun saat ini sudah mati.”
“Kau benar! Kita semua telah di selamatkan olehnya dan akan menjadi mimpi buruk jika ia mati karena kita.”
“Biarkanlah dia beristirahat terlebih dahulu, seharusnya beberapa jam lagi ia akan sadar.”
Yang Zhi akhirnya membiarkan Ye Zhun beristirahat sembari duduk di sekitarnya untuk melindunginya, Priest dan tank dari partynya di beri perintah olehnya untuk mengambil core ular raksasa merah. Perbedaan dari monster lemah dan monster yang kuat bukan hanya terletak pada kekuatan mereka, core juga menjadi perbedaan yang sangat signifikan dimana monster lemah biasanya tak memiliki core sedangkan monster yang kuat pasti memiliki core. Core monster dapat di jual dengan harga yang sangat mahal karena core di gunakan sebagai bahan baku pembuatan potion ataupun campuran untuk pelindung ataupun senjata, semakin tinggi kadar mana yang ada di dalam suatu core monster maka semakin mahal pula harganya.
“James... Apa kau masih meragukan tentang perkataan ku sebelumnya?”
“Hmm? Yang mana?”
“Tentang Ye Zhun yang bisa lebih kuat daripada ketua guild!”
“Oh itu, aku sama sekali tak meragukan mu. Tadi saja dia menghabisi dua ekor ular merah raksasa yang kemungkinan lebih kuat daripada dirinya, ia bisa menembus sisik kerasnya dengan mudah di saat pedang ku tak mampu untuk menggoresnya. Jujur saja aku sangat kagum dengan kemampuannya itu.”
“Sejujurnya setelah melihat kemampuannya, aku ingin membawa ia masuk ke dalam guild Ravens. Aku percaya dengan kehadirannnya maka guild scorpion akan turun dari takhtanya yang sekarang.”
“Itu ide yang bagus! Tumben sekali kau bisa berpikir.”
“Tentu saja bodoh, begini-begini aku juga kapten dari party ini!”
Setelah beberapa jam akhirnya Ye Zhun mulai tersadar kembali rasa pusing dan berat yang tadi menguasai tubuhnya sudah hilang di gantikan rasa segar layaknya orang yang baru dari tidurnya, ia pun bangkit dan melakukan peregangan yang memicu kebingungan dari Yang Zhi dan lainnya.
“Berapa lama aku pingsan?”
“Hanya 3 jam, apa kau sudah merasa baikan?”
“Yah... Aku merasa sangat bugar! Lalu kenapa kalian masih disini? Bukankah ada misi yang harus kalian selesaikan?”
“Apa yang kau katakan? Setelah semua yang terjadi mana mungkin kami melakukan misi tanpa diri mu.”
“Jadi bagaimana sekarang? Apa kalian ingin melanjutkan misi atau menyerah?”
“Jika bisa... Kami ingin melanjutkannya tapi itu semua tergantung keputusan mu.”
“Kalau begitu ayo! Waktu adalah uang.”
Ye Zhun merasa seperti di manfaatkan oleh orang-orang ini namun seketika sadar bahwa mereka hanya ingin bermaksud baik kepadanya, jika mereka melanjutkan misi dan meninggalkan Ye Zhun yang tak sadarkan diri sendirian maka akan ada kemungkinan monster yang menyerangnya secara tiba-tiba.
Akhirnya mereka pun mulai melanjutkan misi kembali namun tak membagi tim seperti sebelumnya, semua orang sudah sadar akan kekurangan masing-masing dan mulai mengandalkan satu sama lain sekarang. Dengan menggabungkan kekuatan bersama mengalahkan satu ekor ular merah raksasa bukanlah hal yang terlalu sulit, kerja sama antar tim di party ini cukup tinggi sehingga dengan sedikit bantuan Ye Zhun mereka bisa mengatasi monster tersebut.
Setelah berjalan sekian lama sembari mengalahkan monster-monster yang menghadang, akhirnya mereka sampai pada ruangan bos. Berbeda dari lingkungan di luar, ruangan bos memiliki keadaan khusus yaitu terlalu lembab. Terlihat dengan jelas saat ini bos monster sedang tidur terlelap melingkari telur-telur yang di jaganya, ukuran dari bos monster ini dua kali lebih besar daripada Ular merah raksasa yang sebelum-sebelumnya di kalahkan. Tak hanya itu ada juga simbol unil di kepalanya yang berbentuk seperti mahkota.
James memikirkan sebuah cara yang mana memungkinkan untuk menyelesaikan misi tanpa harus bertarung dengan boss monster ini.
“Bagaimana kalau kita mencuri telur-telur itu secara diam-diam?”
“Itu ide yang bagus! Tapi siapa yang cocok untuk melakukan hal itu?”
“Hmm... Kita butuh seseorang yang bisa bergerak dengan sangat cepat dan tentu saja sebisa mungkin tak mengeluarkan suara, dilihat dari sifat monster itu maka menurut ku dia sangat sensitif dengan suara.”
Hanya ada satu orang yang cocok dengan kriteria yang di sebutkan oleh James, semua mata tiba-tiba melirik ke arah Ye Zhun yang saat ini fokus memperhatikan Bos monster.
“Hmm? Apa yang kalian inginkan?”
Yang Zhi pun memohon kepada Ye Zhun supaya dia mau melakukan ide dari James.
“Ye Zhun... Bisakah kau mencuri telur-telur itu untuk kami?”
“Hah? Kau gila? Kau ingin membunuh ku dengan permintaan seperti itu?”
“Bukan begitu, kami tak ingin melawan bos monster itu jadi mencuri telurnya secara diam-diam adalah rencana yang tepat. Tapi kami tak bisa bergerak secepat dirimu juga setiap pergerakan kami akan menimbulkan suara karena perlengkapan yang kami gunakan.”
Sebuah alasan yang sangat masuk akal sehingga tak dapat di tolak lagi oleh Ye Zhun, namun resiko dari tugas ini sangatlah besar sehingga kemungkinan besar rencananya akan gagal.
“Baiklah! Jangan salahkan aku jika bos monsternya tiba-tiba bangun.”
Ye Zhun mulai mendekati Bos monster ini secara perlahan-lahan dan berusaha untuk tak mengeluarkan suara sedikit pun, Yang Zhi dan yang lainnya saat ini tengah bersiap bila tiba-tiba Bos monster ini bangun dan menyerang. Bahkan di saat tidur pun yang namanya bos monster tetaplah bos monster, ia mengeluarkan aura yang begitu mencekam sehingga membuat merinding setengah mati. Jantung Ye Zhun berdegup semakin kencang seiring semakin dekatnya dia dengan tubuh Bos monster ini, keringatnya mulai berjatuhan dan ia mencoba menahan nafas di saat akan mengambil salah satu telur dari Bos monster. Namun yang di lupakan oleh mereka adalah ular memiliki sensor panas di kepalanya yang mana bisa mengetahui mangsanya meskipun telah menutup mata, tepat di saat tangan Ye Zhun menyentuh telurnya, kedua mata Bos monster ini terbuka lebar menunjukkan kemarahan yang luar biasa padanya.
“Sial! Dia bangun.”