Sebuah Ego

1121 Kata

Dua Minggu semenjak kepergian Viola, semua yang ada di rumah berubah secara drastis. Rumah mewah tiga lantai tersebut tampak sepi. Meski Alex dan anak-anaknya berada di rumah, tapi tetap saja terasa sepi dan penuh kekosongan. Alex lebih banyak mengurung diri kamar, dan Vanya pun begitu. Begitupun dengan sang adik yang banyak diam padahal selama ini ia sangat ribut. Tidak bisa diam jika berada di rumah. Ada saja yang akan ia ributkan dengan Vanya. Terkadang ia juga membuat Viola ikut turun tangan untuk melerai. Mendamaikan mereka yang tak pernah akur sama sekali. Vanya tersenyum tipis. Mengutuk dirinya yang telah membuat sang ibu pergi untuk selama-lamanya. Dan kalau boleh jujur, ingin rasanya Vanya mati saja agar bisa menyusul sang ibu. Jika ditanya, ia tak lagi mampu untuk menj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN