“Apa yang sedang kalian bicarakan? Sehingga wajah kalian terlihat begitu serius saat ini?” Bayu berjalan mendekat. Akan tetapi, ia mengabaikan Yuna yang sedang duduk mengamati Nuri. Bayu memilih berdiri di samping Nuri, memperhatikan istrinya yang sedang membuat sambal kecap kesukaannya. “Tidak ada, Mas. Kami hanya membicarakan hal yang ringan saja. Tidak terlalu penting juga jika diulang kembali,” susul Yuna. Sebelum Nuri membuka mulutnya. Bayu mengagguk. Seakan ia percaya apa yang diucapkan oleh istri mudanya itu. Benar-benar pandai bersilat lidah. Bayu juga merutuki dirinya yang sempat berpaling dari Nuri, kepada Yuna. Melihat wajah Bayu yang cukup tegang, Nuri hanya tersenyum. Seolah ia bisa menebak apa yang suaminya itu pikirkan. Dan mereka berdua kini memiliki penyesalan yang s

