Nuri tidak pernah berhenti menarik nafasnya dalam-dalam. Untuk meredam amarah yang bersarang di dalam dadanya. Begitu tega Bayu membuangnya seperti sekarang. Setelah suaminya itu berjanji akan menceraikan Yuna, kini ia malah bertahan di dalam kamar madunya tersebut. Benar-benar sialan. Sempat terlintas di dalam pikiran Nuri untuk segera pergi. Dan melupakan pernikahannya dengan Bayu. Akan tetapi, ia tidak ingin pergi sebelum rasa cinta yang ada di hatinya mati. Lagi pula Nuri harus mengawasi gerak-gerik Bayu dalam waktu sembilan bulan ke depan. Agar ia bisa mencegah Bayu tahu tentang bayi tabung mereka yang berhasil. Dengan uang dan kekuasaan yang Bayu miliki, pasti ia mampu membuat Nuri jauh dari calon buah hatinya. “Lebih baik aku bertahan sampai kamu lahir ke dunia ini, Nak. Dan Ibu

