“Apa yang membuatmu mau melakukan ini semua? Dan seperti yang kamu ketahui melakukan donor ginjal akan membuat hidupmu tidak sesempurna dulu,” ucap seorang pria tampan kepada Nuri. Kini mereka berdua sedang duduk di kantin rumah sakit. Setelah Nuri melakukan serangkaian tes, untuk mengetahui apakah ginjal yang ia miliki cocok untuk ibu dari pria yang kini mengajaknya makan malam disana. Nuri mengulas senyum. “Aku melakukan ini, agar anakku bisa terlahir ke dunia dengan selamat. Anak yang telah lama aku nantikan.” Pria tampan berusia dua puluh sembilan tahun tersebut mengernyit heran. "Anak?" Ia melihat ke arah perut Nuri yang terlihat masih rata. “Anakku tidak ada disana. Jadi, percuma saja kamu menatap perutku lama-lama seperti itu,” sindir Nuri. “Dengar, Ris, aku dan suamiku seda

