Saat kedua mata Bayu terpejam, Nuri memperhatikan wajah tampan sang suami, yang tidak pernah berubah sedikit pun. Di dalam hati, Nuri sadar diri dan tahu apa kekurangannya. Akan tetapi, kali ini ia akan egois dan akan mempertahankan suaminya ini. Walaupun ia harus tersiksa setiap kali melakukan kewajibannya. Nuri juga akan mencari cara agar Yuna bisa pergi dari hidup mereka, jika sahabatnya itu belum mau mengubah jalan pikirannya. Di dalam kamar lain, Yuna tidak pernah berhenti mengupat pada Yogi. Saat kembarannya itu bercerita tentang pembicaraannya dengan Nuri. Yang membuat Nuri tahu apa yang kini ia rencanakan. Yaitu, menyingkirkannya agar bisa memiliki Bayu untuk dirinya sendiri. Belum hilang rasa kesalnya pada Yogi, Yuna juga sakit hati karena Bayu masih bertahan di dalam kamar

