Maaf, Bun

2146 Kata

“Bunda maafkan Aku, Bun. Maafkan aku…” lirih Vanya di dalam hati. Ia tidak berhenti menggumamkan kata-kata tersebut. “Apa yang terjadi pada bunda, Van?” Alex mengguncang bahu Vanya. Pria paruh baya itu nyaris saja pingsan saat mendengar sang istri masuk ke rumah sakit. Seingatnya, Viola berpamitan untuk menemui Vanya di Galeri, Karena putri sulung mereka itu belum kunjung pulang ke rumah. Bahkan ponselnya tidak bisa di hubungi. Namun, hingga malam menjelang, tidak ada kabar apapun dari Vanya dan Viola. Hingga akhirnya, Alex mendapatkan pesan singkat dari Vanya. Putrinya itu mengabarkan bahwa Viola pingsan di galeri. “Kenapa kamu diam saja, Van? Apa yang terjadi? Sebelum menemui kamu bunda terlihat sehat dan baik-baik saja.” Suara Alex meninggi. Karena Vanya hanya menangis. Tidak ad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN