Semenjak kehadiran bayi-bayi mungil tersebut, keadaan Nuri berangsur membaik. Bahkan bisa dikatakan ia sudah kembali seperti sedia kala. Sudah tahu siapa dirinya sendiri dan siapa orang-orang yang ada di sekitarnya. Hanya saja, Bayu belum bisa menyentuh Karen seperti layaknya suami istri yang lain. Karena istrinya itu masih trauma untuk melakukan hubungan suami istri. Rasa cinta yang dimilikii oleh Bayu, membuatnya tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut. Buktinya, hingga detik ini ia masih memiliki rasa yang sama untuk istrinya itu. “Aku tidak tahu apakah harus bahagia atau bersedih atas semua yang kudapatkan. Karena rasa bersalahku jauh lebih besar daripada rasa bahagia yang ada saat ini.” Tanpa menoleh, Nuri berbicara kepada Bayu, yang baru saja masuk ke kamar. “Apa yang kamu rasa

