“Coba pikirkan lagi baik-baik, Una. Agar kita semua bisa hidup tenang. Maksudku, agar Nuri mau ikut denganku ke Singapura. Karena selama ini dia tidak pernah mau pindah dan tetap disini, karena dia yakin kamu masih hidup. Dan berharap bisa datang untuk menemui anak-anak kita.” “Keputusanku sudah bulat, Mas. Bahkan kalau seandainya aku boleh meminta, kamu jangan lagi datang kesini untuk menemuiku. Karena kita sudah tidak memiliki hubungan apa-apa. Kita sudah bercerai sejak lama. Dan aku berharap kamu tidak lupa akan hal tersebut.” “Tujuanku datang kesini bukan untuk mengganggu hidupmu, Una. Namun, ingin memintamu untuk menemui Nuri dan anak kita. Jangan keras kepala seperti ini. Akan tetapi, seandainya kamu tidak mengubah keputusanmu, maka aku bersumpah demi apapun. Tidak akan pernah mem

