Tiga bulan kemudian … "Kamu yakin mau meninggalkan Ayah disini? Sendiri? Sedangkan adik-adikmu ada di luar negeri?" tutur Alex. Duduk di tepi ranjang, membantu Vanya memasukkan pakaiannya ke dalam koper. "Padahal ketika ibumu masih hidup, kamu berjanji tidak akan pernah pergi. Kamu akan tetap disini. Tapi, apa? Kamu malah pergi, disaat Ibumu sudah tiada. Jadi Ayah tinggal dengan siapa, Van?" Sambungnya. Dengan air mata yang telah menggenang di pelupuk mata. Alex sudah berusaha berusaha menahan langkah Vanya, tapi tetap tak bisa. Sehingga kini gadis itu siap berangkat setelah diterima di salah satu universitas di Australia. Ingin merupakan segala kenangan pahit, tentu saja Vanya segera mengambil keputusan tersebut untuk menjauh. Pergi jauh dan berharap semua bayangan buruk dan rasa be
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


