“Saya enggak bisa kasih alasan pasti, Rum, tapi saya harap kamu percaya pada saya. Saya enggak memiliki maksud buruk dengan menikahi kamu.” “Memang benar kalau saya memiliki tujuan, tapi …, sejak awal sudah saya katakan kalau saya enggak akan merugikan kamu. Jadi, tolong. Tolong kabulkan permintaan saya.” Melihat keseriusan, baik dalam raut wajah maupun nada bicara Farzan, membuat sesuatu dalam diri Arum bergetar. Entahlah! Meski tak begitu yakin dan masih saja menyimpan berbagai kecurigaan pada pria itu, tapi jauh di dalam lubuk hatinya yang terdalam, Arum benar-benar telah goyah. “Baiklah, tapi benar-benar hanya satu tahun, Pak!” putus Arum akhirnya. “Setelah waktunya habis, semua ini benar-benar akan selesai. Baik hutang saya, perjanjian ini dan juga pernikahan kita.” "Baik,

