Bab 1
"Tidak! Aku tidak mau!" Ucap Nita yang marah saat dia diberitahu jika lusa ayahnya akan mengadakan pesta kecil untuk pernikahannya dan rekam bisnisnya.
"Kau harus mau, ini soal purusahaan! Jika kau tidak menikah dengannya, dia akan mengambil semuanya." Ucap Henry.
"Aku tidak peduli. Aku sudah memiliki kekasih dan hanya akan menikah dengannya." Ucapnya dengan mutlak.
"Jangan bodoh, Nita! Kau akan menjadi Nyonya di keluarga Grayson! Masa depanmu sangat terjamin." Ucap Henry.
"Aku bahkan tidak tau wajahnya, aku tidak peduli semua itu, aku mencintai kekasihku dan hanya akan menikah dengannya."
"Dia tampan, dia sangat tampan dan masih muda. Kau akan terjamin meskipun ini hanya pernikahan bisnis." Ucap Henry yang memaksa.
"Lusa kau akan menikah dan tidak ada bantahan atau alasan apapun, Nita! Ini juga untuk kebaikanmu." Lanjutnya lalu dia pergi dari sana.
Nita mengepalkan tangannya, dia tidak akan mau menikah karena perjanjian bisnis seperti ini, jika dia akan menikah, itu hanya dengan orang yang dicintai olehnya.
Setelah memberitahu Nita soal pernikahannya, Henry lega karena dia tidak memberontak dan memprotes lagi.
Namun saat sudah saatnya peata, dia shock dan marah ketika tau jika putri pertamanya ini tidak ada di kamar atau di manapun.
"Brengsekk! Temukan putrimu itu atau aku akan membunuhmu!" Ucap Henry yang marah kepada istrinya.
Dia sangat marah karena putrinya yang akan menikah hari ini dengan pengusaha kaya malah melarikan diri dengan kekasihnya yang entah ke mana.
"Sial! Brengsekk!" Henry mengumpat keras, meskipun pernikahannya tidak di adakan sederhana, namun ada beberapa orang penting yang datang atas undangannya. Jika orang-orang tau jika putrinya kabur, bukan hanya calon menantunya yang marah, dia juga akan bangkrut dan akan malu dengan tamu-tamunya.
Henry semakin panik dan terkejut ketika calon menantunya sudah datang bersama asistennya. Dia sangat gugup dan takut ketika dia di hampiri olehnya.
"Aku tidak memiliki banyak waktu, cepat selesaikan pernikahannya dan aku akan pergi." Ucap Kael dengan dinginnya.
Henry sangat bingung menjawab apa karena ini akan menjadi tamat riwayat hidupnya jika calon menantunya tau putrinya sudah kabur dengan kekasihnya.
"Dari ekspresimu sepertinya ada sesuatu yang terjadi." Ucapnya lagi.
"T-tuan, maafkan aku. Putriku— putriku belum berhasil ditemukan, tapi aku janji akan menemukannya secepatnya. Bisakah anda memberiku waktu." Ucap Henry dengan ragu yang membuat Kael merubah wajahnya semakin dingin.
"Maksutmu putrimu kabur? Kau memberikan putrimu yang bahkan sebelum pernikahan dia saja sudah kabur." Ucap Kael.
"Aku tidak akan menerimanya, bersiaplah untuk menandatangani pelepasan perusahaanmu dan jangan pernah lagi menginjakkan kakimu di sana!" Lanjutnya lalu berdiri dan ingin pergi dari sana.
"T-tuan, tolong jangan lakukan itu. Aku memiliki satu putri lagi. Bagaimana jika—
Perkataan Henry terhenti karena Kael tidak mau mendengarnya.
Dia memilih untuk pergi dari sana dan tidak mau ikut drama keluarga Henry.
"Brengsekk!" Umapt Henry karena tamatlah sudah riwayatnya.
"P-pa, Nita benar-benar kabur, dia tidak bisa dihubungi." Ucap Alana sang istri. Dia mengatakannya dengan takut-takut dan benar saja jika Henry sangat marah dengan kabar yang diberikan oleh istrinya.
"Ini didikanmu kepada putrimu? Kau tau aku sudah tamat karena ulah putrimu." Henry menarik rambut Alana dengan kasar yang membuat Renata melihat dari kejauhan mengepalkan tangannya.
Renata Parker adalah anak kedua dari Henry dan Alana, dia baru datang dari luar kota karena kuliahnya dan segera pulang dengan cepat karena kakaknya segera menikah. Namun ternyata dia melihat pemandangan yang tidak dia inginkan.
"Jika perusahaanku hancur, maka kau akan kujual di tempat para pelacur." Ucap Henry yang semakin membuat Renata mengepalkan tangannya.
Dia berlari bukan ke arah ibunya, namun dia berlari ke arah Kael yang hendak masuk ke dalam mobilnya.
"Tuan Grayson." Panggil Renata yang mengatur nafasnya karena dia tadi berlari mengejarnya.
Kael sendiri yang merasa dipanggil langsung menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah wanita cantik yang memanggilnya.
"Aku Renata Parker, Bisakah aku menggantikan kakakku? Aku bisa menikah denganmu." Ucap Renata yang membuat Kael terdiam.
Dia melihat ke arah Renata dari atas sampai bawah.
"Masuk ke mobil!" Ucap Kael yang di angguki oleh Renata.
Dia langsung masuk ke dalam mobil dengan hati yang berdebar kencang. Namun sebisa mungkin dia menetralkan dirinya dan tidak tergugup.
"Berapa usiamu?" Tanya Kael tanpa menoleh ke arah Renata.
Dia lebih memilih sibuk dengan Ipad-nya karena memang masih ada yang harus dia selesaikan.
"20 tahun." Jawabnya yang membuat Kael menghentikan jarinya.
"Aku masih kuliah di luar kota, aku baru saja datang karena kakakku akan menikah." Jawabnya lagi yang mungkin saja pria yang disampingnya ini ingin tau lebih jelas tentang dirinya.
"Kakakmu kabur sebelum pernikahan!" Ucap Kael yang membuat Renata terdiam karena dia sudah tau dari pertemgkaran orang tuanya.
Mereka terdiam lama sampai tujuan mereka sudah sampai, Kael membawanya langsung mendaftar pernikahan dan meresmikan hubungan mereka tanpa adanya apapun.
"Dengar! Ini adalah pernikahan bisnis, aku membutuhkan istri untuk membungkam keluargaku yang mendesakku soal istri, dan ayahmu menjanjikan putrinya karena nasib perusahaannya ada padaku. Meskipun hanya pernikahan bisnis, kau nantinya akan menyandang namaku, jadi bersikaplah seperti seorang Nyonya Grayson dan jangan mempermalukanku." Ucap Kael saat mereka sudah menikah.
"Aku mengerti." Ucap Renata.
"Kau akan pindah ke rumahku hari ini juga karena lusa keluargaku akan membuat pesta untuk menyambutmu sebagai menantunya. Kau harus terbiasa di mansion mulai hari ini." Ucap Kael yang hanya bisa di angguki oleh Renata.
"Bisakah aku pulang lebih dulu dan mengatakan kepada orang tuaku jika kita sudah menikah?" Tanya Renata yang membuat Kael mengangguk dan meminta Renata untuk masuk ke dalam mobilnya.
Setidaknya dia harus mengatakan jika dia dan Kael sudah menikah agar ibunya tidak disiksa akibat kaburnya kakaknya dari pernikahan.
"T-tuan boleh aku bertanya?" Tanya Renata dengan hati-hati.
"Katakan!"
"Bagaimana dengan kuliahku?"
"Kau pindah kuliah di sini, asistenku nantinya yang akan mengatur semuanya." Ucap Kael yang dimengerti oleh Renata.
Dia menghela nafas panjangnya karena tidak menyangka akan membuat keputusan terberat di dalam hidupnya seperti ini secara tiba-tiba. Dia menikah muda bahkan dengan pria terkaya dan terhormat di kalangan para pembisnis. Namun dia juga sadar jika pernikahan ini hanyalah saling menguntungkan antara Kael dan orang tuanya.