30. Menantu Idaman

2191 Kata

“Tidak usah didengarkan,” kata Rainier. Lyssa menggelengkan kepala. “Kamu pasti kepikiran kan sama nasehat papanya Evan tadi? Aku akan membantumu, Rainier. Aku akan berusaha menjadi menantu impian mama kamu. Aku bisa kok ambil S2, di luar negeri jika perlu. Kamu juga tahu kan kalau aku pintar? Dulu sering juara kelas. Nanti kalau sudah lulus, aku juga bisa kok kerja sampai jadi manajer.” Rainier jelas menolak. Lelaki itu menggelengkan kepala kuat-kuat. “Tidak. Tidak. Aku lebih suka kamu di rumah saja.” Lyssa tersenyum menenangkan. “Aku sudah research, ada kok kuliah luar negeri via online. Dari mulai tes tulis hingga wawancara, semuanya online. Kuliah pun online, wisuda pun boleh gak hadir, nanti ijazahnya dikirim pos.” Rainier terlihat berpikir. “Kalau itu sih mungkin masih nggak papa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN