“Sendirian aja lari nya?” Tanya laki-laki yang kebetulan saja bertemu dengan teman lama nya. Ia mengangguk. “Iya tadinya sama Aira cuman dia kesiangan.” “Lo balik sama siapa?” “Sendiri, Lang. Kenapa?” Muamar menyikut tangan Langit sedari tadi, memberikan isyarat bahwa kali ini wanita yang ada di hadapannya bukan lagi untuk Langit. Tapi untuknya jika diperbolehkan mendekatinya secara langsung. “Naik apa?” Tanya Langit lagi. “Naik ojek online sih, males bawa motor kalau lari soalnya.” “Ya udah bareng gue aja.” Ucap Muamar langsung pada intinya. Sifa mengerutkan dahinya, ia bingung sendiri. Berkenalan saja belum, tapi sudah mengajak pulang bersama. “Siapa?” Tanya Sifa dengan wajah datarnya. “Muamar, temen satu kos, satu kampus, satu jurusan juga sama Langit.” Ucap Muamar dengan len

