Aroma kuah bakso yang baru saja diambil tercium sampai ke tempat duduk Aira dan Sifa, mereka yang juga sedang menunggu pesanan langsung saling menatap. “Gue bilang juga beli bakso.” Kata Aira setelah mencium harumnya kuah bakso. Sifa langsung mengerutkan dahinya sambil menarik bahunya. “Dih lo yang nyuruh beli mie ayam, kok gue yang kena.” “Ini wangi banget, Sif.” Sifa berdecak. “Pesen dua aja udah sana, bawel lo.” Aira menyengir. “Enggak lah, gila kali ya lo.” Sifa memutar bola matanya, ia sudah terbiasa sekali dengan sikap Aira yang seperti ini. Tidak lama kemudian Sifa melihat penjual mie ayam melambaikan tangan ke arahnya, pertanda pesanan mereka sudah bisa diambil. “Gue yang ambil ya?” Aira mengangguk cepat, ia tak sempat menatap Sifa karena matanya tertuju pada layar ponsel

