“Aku juga kadang pusing sih sama Alfi, ada aja hal yang bikin aku enggak ngerti harus bersikap kayak gimana ke dia.” Ucap lawan bicara Aira. Aira mengangguk paham, layaknya ia pernah juga di posisi itu. “Itu kamu tahu, Din. Aku juga jadi bingung sendiri harus kayak gimana sih gitu kan. Aku juga kan mau dia ngomong jelas, ya kalau emang bisa suka sama aku ya ayo. Ya kalau enggak yaudah bilang gitu.” Sudah 20 menit berlalu mereka berdua duduk di lantai depan kelas Faradina, banyak topik yang sudah terlewat telah mereka bahas. Walaupun pada akhirnya topik tentang cinta lah yang menguras waktu paling banyak untuk dibahas. Selama ini Aira tidak begitu dekat dengan Faradina, ia dulu hanya sekedar tahu nama dan bertukar senyum jika tidak sengaja berpas-pasan ketika lewat. Selebihnya Aira tidak

