Part 22

1165 Kata

Berhari-hari Aira terus bertukar kabar dengan Langit, rasanya kini sudah seperti memiliki kekasih saja. Setiap pergi ke Sekolah, Aira berharap bertemu dengannya di sekolah dan bisa lebih baik berkomunikasi langsung dengan Langit. Namun, keberuntungan tidak pernah berpihak kepada Aira. Hari ini Aira memang hanya diantarkan sampai pertigaan jalan oleh Ayah. Namun, saat angkutan umum sudah menghampiri Aira saat itu Aira tak menemukan Langit. Sesampainya ia di kelas, Aira duduk di pojok kanan kelasnya. Aira memang tipikal orang yang sering mengedarkan pandangan, aira menahan senyum saat itu saat Aira melihat Langit melintas di depan kelasnya. Aira cukup kaget ketika melihat Sifa sudah berdiri di hadapannya, ternyata Aira terlalu fokus memperhatikan Langit. Aira tersenyum tipis, ia menyeng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN