Sambil mengaduk teh hangat yang sudah ia siapkan, Aira kini duduk di balkon kamarnya. Jika melihat jam dinding kamar, malam ini sudah larut sekali. Tapi, sebuah kejadian menganggu pikirannya. Langit tiba-tiba saja mengiriminya sebuah pesan, isinya seperti orang-orang pdkt pada umumnya. Ia kira hubungannya dengan Langit tidak akan menemukan titik terang apapun, Langit terlalu abu-abu baginya yang selalu berusaha terlihat jelas untuk orang lain. Ia berpikir, ia tak pernah serumit ini dalam mencintai seseorang. Hanya Langit yang merubah semuanya. Sambil beberapa kali meminum teh hangat miliknya, keadaannya cukup membaik. Ia hanya ingin mengantuk malam ini lantas tertidur dan melupakan hal yang terjadi selama beberapa saat. Ia juga memutar lagu melow, yang sengaja ia peruntukan untuk diriny

