Jam sudah menujukkan pukul 10 pagi, tim yang akan pergi menyebar surat undangan untuk tiap sekolah masih ada di dalam ruangan bersama pembina osis. Ada beberapa yang harus disampaikan dan harus dihindari. Aira yang sudah tahu apa saja yang akan ia dengar, memutuskan untuk keluar ruangan berniat untuk meminjam helm kepada temannya. Dari kejauhan Aira melihat beberapa orang temannya tengah berkumpul di depan kelasnnya, ia memutuskan untuk pergi ke sana. Kebetulan tidak hanya ada anak perempuan, tapi juga ada beberapa anak laki-laki teman dekat Aira. “Wih ada anak osis nih.” Cibir Radit yang tahu lebih dulu adanya Aira yang tengah berjalan ke arah mereka. Semuanya otomatis menoleh, mereka langsung memperhatikan Aira yang berjalan menuju ke arah mereka. “Kenapa?” Tanya Aira yang kaget meli

