Sambil menyeruput es teh manis yang baru saja datang, terlintas kejadian kemarin. Saat Afdal tiba-tiba menemuinya di depan kelas, dan tanpa sadar Katlya mendengarkan apa yang mereka bicarakan. Baginya Afdal tidak terlalu buruk, ia masih memiliki nilai baik di mata Aira. Hanya saja perasaan Aira yang mudah sekali berubah-ubah sesuai keadaan. Semenjak menyukai Langit, Aira melupakan sosok sahabat yang mengisi harinya semasa Aira berusaha melupakan Zaidan. Ia yang ada di saat Aira senang ataupun sedih, dia juga yang siap sedia untuk memenuhi semua kemauan Aira. Aira tahu kalau ia melakukan kesalahan besar dengan tidak menganggap keberadaan sahabatnya itu, padahal setiap harinya ia ada di hadapan Aira. Ia juga bergabung dalam satu organisasi yang sama. “Gue kemarin liat Wiliam pergi sama C

