Part 46

1213 Kata

Jalanan terlihat sedikit ramai, mungkin karena masih ada beberapa anak yang baru saja pulang atau berniat untuk bermain dulu sebelum pulang. Langit yang tengah ia pandangi saat ini mulai menguning, pertanda senja akan datang. Helaan napas yang sejak tadi keluar mungkin tak sempat terdengar oleh Afdal, karena bertumbrukan dengan suara angin akibat dalam perjalanan. Tidak ada obrolan di antara mereka berdua. Saat ini, pikiran Aira terpecah begitu saja. Sebagian tentang William dan sebagain tentang Afdal. Entahlah, harusnya ia melakukan in i pada orang yang jelas-jelas pantas untuk ia pikirkan saat ini. “Gue enggak pernah lihat lo bareng Iam, kenapa?” Aira memutar bola matanya malas, bisa tidak jika Afdal tidak membahas orang lain yang ada urusan dekat dengan Aira. Bertanya saja boleh, ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN