Duduk dengan satu meja yang sama, lalu membelakangi cahaya matahari yang kala itu sangat terik. Langit menyodorkan beberapa lembar tisu pada Aira tanpa mengatakan apa-apa, hal ini membuat Aira bertanya-tanya akan ia apakan tisu tersebut. Sampai saat itu Langit paham kalau Aira masih mempertanyakan perihal tisu tersebut. “Itu Aira pake aja buat lap keringetnya, dari pada pake kerudung atau baju kan. Enggak bawa handuk juga kan tadi?” Aira langsung menaikkan kedua alisnya, matanya terbelalak. Untung saja Langit tak menatapnya lama, ia langsung beralih melihat kertas menu yang disediakan di atas meja. “I-iya.” Ucap Aira sedikit gugup. Aira mulai mengelap keringatnya dengan tisu itu, kalau bisa ia ingin sekali membawa tisu itu pulang lalu ia abadikan agar ia punya bukti bahwa Langit pernah

