Part 58

1311 Kata

Baru saja menuangakan teh ke dalam gelas yang ada di ata meja makan, Aira langsung panik melihat ponselnya menyala karena ada telpon dari Afdal. Aira panik karena Ayahnya tengah ada di ruang tamu, dan pasti Ayahnya mendengar jika Aira mengangkat telponnya sekarang. Buru-buru Aira mematikan dering ponselnya agar tidak terdengar, ia akan mengangkatnya jika sudah berada di dalam kamar. Kalaupun panggilannya mati, biar Aira saja nanti yang menghubungi Afdal kembali. “Ay?” Teriak Ayah ketika Aira baru saja menapakkan kakinya di anak tangga pertama. Aira memejamkan matanya sekilas, ini akan semakin lama jika Ayah memanggilnya seperti ini. Mau tidak mau Aira langsung memutar balikkan arah langkahnya ke ruang tamu dan menemui Ayahnya. Satu tangan kiri memegang gelas dan tangan kanannya memegan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN