Acara ulang tahun Aira kemarin berjalan dengan lancar, ia berusaha tegar saat itu. Walaupun Sifa yang hadir di acara itu tahu sekali bahwa Aira menahan beban yang berat untuk tidak terlihat sedih di acara ulang tahunnya. Bunda juga hari itu memaksanya untuk mengirimkan makanan dan beberapa bingkisan yang sudah disiapkan pada Rayhan. Dengan embel-embel untuk adik Rayhan atau untuk Rayhan sendiri, Aira mana mungkin melakukannya. Jika posisinya mungkin Rayhan hanya menghindar dan tak memiliki kekasih mungkin ia akan melakukannya. Tapi, untuk saat ini ia mundur saja. ia menghargai siapapun yang Rayhan pilih untuk menjadi penggantinya. “Rayhan tumben pergi ke Palembang, Ra.” Ucap Bunda yang kini sedang duduk di samping Aira. Aira sendiri merutuki dirinya, ia harus menjaga jarak dengan Bunda

