“Nih minum dulu.” “Makasih.” Balasnya, lalu meraih secangkir teh manis yang baru saja diberikan oleh tuan rumah. Tuan rumah hanya mengangguk saja, lantas tak memperhatikan tamu yang tiba-tiba datang ke rumahnya ini. “Ada apa, Lang?” Tanyanya to the point, ia tak mau berbasa-basi lagi untuk saat ini. Ada hati yang tengah ia jaga, dan ia juga tidak mau membuat Langit semakin memperluas harapan kepadanya. “Enggak ada yang penting sih, cuman mau kasih ini aja.” Langit mengeluarkan kotak yang berukuran panjang dari dalam tasnya, kotak itu diikat manis oleh pita berwarna gold. “Ini apa?” “Nanti aja buka nya, itu buat lo. Maaf sih kalau gue ganggu ya.” “Iya, gue masih kok sama cowok gue. Lo juga udah tahu kan lang?” Langit terkekeh. “Iya tahu lah, gue juga langsung pamit pulang. Makasi

