Aira menghela napasnya, lagi-lagi kesalahpahaman akan ada lagi di antara Aira dan Arafah. Padahal jelas Aira tidak tahu menahu bagaimana Daffa pada dirinya. "Gue kayaknya enggak usah makan deh, mau balik aja." Ucap Arafah sambil berdiri dari kursinya. Aira mendengarnya, tapi ia hanya diam saat itu. Percuma mengejar seseorang yang tengah diselimuti emosi, hanya akan membuat Aira terpancing emosi yang sama besarnya. "Enggak lo kejar?" Tanya Alika. Aira terdiam. "Percuma, buat apa juga." Alika diam saja dan tidak menjawab lagi, ia tahu kalau Aira tahu mana yang baik dan tidak. Semua yang ada di tempat ada beberapa yang menyadari dan tidak, mereka yang tahu berusaha menutupi yang ada demi kepentingan bersama dan kenyamanan. Khawatir jika Aira tersulut juga emosinya maka akan memperk

