Part 94

1063 Kata

Semilir angin malam menembus masuk ke dalam kamar, ruangan yang terlihat gelap karena penerangan sengaja dimatikan. Alunan musik klasik disetel untuk menemani malam yang tak pernah ia sangka akan datang. Setelah seharian tadi pergi bersama Sifa, kini giliran ia pergi dengan dirinya sendiri. Bertanya dan mencari tahu apa yang ia cari, apa yang kurang dan apa yang mestinya ia pertahankan dan ia tinggalkan. Malam semakin larut, Aira mengajak dirinya pergi cukup jauh. Hingga ia menemukan celah di mana ia sudah tak berada lagi dalam jiwanya sendiri. Aira sudah kehilangan rasa cinta pada dirinya sendiri. Kenyataan yang pahit datang dari ekspetasi yang tak terpenuhi. Ia dihantam habis oleh rasa kecewa karena tak bisa memenuhi harapan yang ia buat. Tadi saat bersama Sifa, ia berhasil melobi Ray

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN