Part 95

2258 Kata

Beberapa kali ia menengok keluar rumah sekedar memastikan bahwa suara motor yang berhenti di depan rumahnya bukan lah Rayhan, ia juga berkali-kali mengecek ponselnya berharap pesan masuk dari Rayhan mengabarkan bahwa ia akan segera datang ke rumahnya. Bunda sedari tadi hanya memperhatikan Aira, ia tahu anaknya menyembunyikan sesuatu hingga gelisah seperti ini. Karena biasanya kedatangan Rayhan tanpa harus ditunggu pun akan datang dengan sendirinya, bahkan lebih awal dari biasanya. Dari hal sekecil itu saja Bunda bisa mengerti bahwa Rayhan sudah tak sama seperti dulu lagi, namun Bunda tak berani untuk menegur Aira biar saja nanti ia akan bercerita dengan sendirinya. Agar tidak terlihat memperhatikan Aira, Bunda memilih pergi ke dapur untuk membersihkan dapur yang masih berantakan karena b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN