“Ra, kita putus ya. Udah enggak ada yang harus diperbaiki lagi, kita selesai maaf ya.” Kalimat yang disampaikan dalam pesan suara sore itu terus terngiang-ngiang di telinganya hingga kini, bahkan lebih jelas ketika ia akan pergi tidur. Di balkon kamarnya kini ia duduk sendiri, hanya ditemani segelas es teh manis dan tanpa ponsel di sampingnya. Ia ingin merasakan suasana sendiri tanpa gangguan sosial media sekalipun, biarkan ia bercengkrama dengan semesta tanpa memperdulikan eskpetasi orang-orang di dunia maya. 2 hari yang lalu sudah cukup membuat dunianya terbalik dari biasanya, ia benar-benar kehilangan selera untuk melakukan apapun. Hatinya selalu bertanya-tanya hingga saat ini, kenapa saat mereka bertemu dan saling menatap mengapa tidak saat itu juga Rayhan menyelesaikan hubungan mer

