"Bangun Tan, Lo kenapa teriak-teriak?" Ujar Fajar membangunkan Fatan. "NAYLA!" Teriak Fatan lagi yang langsung terduduk. Keringat dingin membanjiri wajah Fatan. "Lo kenapa Tan? Lo mimpi?" Tanya Fajar lagi. "Nayla jar Nayla," ujar Fatan yang tampak gelisah. "Iya Nayla kenapa?" "Gue harus pulang sekarang juga!" "Tapi kenapa tiba-tiba gini Tan, ada apa sebenarnya?" "Gue gak bisa jelasin sekarang." Fatan pun mengambil kunci mobil nya. "Gue ikut Tan!" Teriak Fajar. "Cepat." Fatan dan Fajar pun langsung meninggalkan apartemen dan kembali pulang. "Sebenarnya ada sih Tan, kok Lo kelihatan gelisah gitu sih?" Tanya Fajar. "Gue mimpi buruk Jar, gue takut Nayla kenapa-napa," jawab Fatan. "Mimpi buruk apa? Dan kapan Lo mulai peduli sama Nayla?" Tanya Fajar dengan tatapan menyelidik. "Gu

