"Ekhemm," deheman seseorang orang dari arah pintu. Dengan cepat Fatan langsung menjauhkan wajahnya dari Nayla. "Maaf ganggu," ujar Fajar cengengesan. Sedangkan Dini sudah menutup matanya dengan tangan. Nayla terlihat begitu malu, sedang Fatan dia malah santai aja. "Tuh bocah kenapa?" Tanya Fatan menunjuk Dini yang berdiri disamping Fajar. "Takut terkontaminasi matanya," jawab Fajar santai. Sadar bahwa dirinya yang sedang dibicarakan, Dini langsung menurunkan tangannya. "Nayla! Syukurlah akhirnya kamu sadar juga," ujar Dini memecah keheningan. "Alhamdulillah Din," jawab Nayla. Tiba-tiba seorang dokter masuk kedalam ruangan tersebut. "Permisi, saya akan periksa kondisi pasien dulu," ujar dokter tersebut. "Silahkan dok," ujar Fatan. Dokter pun memeriksa kondisi Nayla. "Untuk seka

