Fatan dengan cepat langsing masuk ke rumahnya. Dia langsung menuju kamarnya untuk mencari keberadaan Nayla. Dan Fatan pun melihat Nayla yang sedang tidur membelakangi pintu. Fatan pun berjalan mendekati Nayla dan duduk di sana. Fatan mengusap kepala Nayla dengan lembut. Merasa ada yang mengusap kepala nya, Nayla pun terbangun dan langsung membalikkan tubuhnya. "Kak Fatan," ujar Nayla lirih. "Perut kamu masih sakit?" Tanya Fatan lembut. "Udah sedikit berkurang kok kak. Maaf ya kak, udah bikin kak Fatan khawatir," ujar Nayla. "Wajar kalau si khawatir, aku itu sayang sama kamu," balas Fatan. Nayla bangkit dari tidurnya dan bersandar pada dinding ranjang. "Nayla pasti ganggu kerjaan kak Fatan, ya?" Tanya Nayla. "Enggak kok. Aku malah senang bisa selalu berada di dekat kamu selama masa

