Chapter 30—Keputusan

1434 Kata

Pantai Mesari, Bali. Visit. Sunset. Meeting santai di resort. Coffee time. Barbekyu party. Aku melihat timeline schedule di tablet, untuk mengingatkan apa yang harus aku lakukan sore hari ini sampai malam nanti. Aku tersenyum puas. Tidak ada agenda yang menyusahkan. Justru rasanya aku seperti liburan. Seperti sekarang, ketika aku menginjakkan kaki di Mesari. Aku sudah terpikat dengan nuansanya. Tidak terlalu rame. Tidak sepi pula. Aku bisa melihat bean bag dan payung yang warna-warni mengisi pinggiran pantai. Aku melangkahkan kakiku ringan, berjalan mendekat ke arah laut. Melihat birunya ombak yang menggulung dari jauh. Melangkah lebih dekat lagi, merasakan hempasan air pada jari-jari kaki. Matahari belum terbenam, tapi langit seolah sepenuhnya jingga. Aku cukup beruntung atau justr

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN