"Masih lama?" Aku menoleh mendapati Brian berdiri bersandar di dekat pintu kamar. "Masih," jawabku setelah itu tertawa bodoh. Aku tengah sibuk membongkar koper dan tumpukan barang yang lain. Aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang dilakukan Mami. Tanpa sepengetahuanku, Mami memindahkan barang-barangku—dari apartemenku, rumah mama, dan mansion—ke apartemen Brian. Semuanya. Rasanya seperti tengah diusir oleh keluargaku sendiri. "Mau kubantu?" tawar Brian berjalan mendekat. "No! Stay there!" Ayolah banyak barang privasi di sini. Mau kutaruh mana mukaku ini. "Biar cepet, Sayang." "Nggak gitu!" Aku menghadang dengan berdiri tepat di depannya. "Kita ke luar aja, oke? Katanya mau makan." Aku mendorong Brian menjauh. "Beneran? Itu masih banyak, Zelline." "Iya nggak apa-apa. Mas

