Chapter 20—Bertamu

1797 Kata

Kalau dipikir-pikir, aku bukan seorang introvert. Mungkin orang-orang justru akan melihatku sebagai sesosok social butterfly yang memiliki banyak jaringan di mana-mana. Benar juga sih, tidak salah. Jika konteksnya kenalan, i have many. Tapi kalau teman yang benar-benar teman, aku tidak yakin. Buktinya sekarang, aku hanya terdiam sendirian di kamar—sampai petang. Tidak melakukan apa-apa, berdiam diri memperhatikan rintik air hujan. Seperti pujangga yang akan mengartikan setiap bulir air sebagai bait kehidupannya. Sayangnya itu hanya sebatas pengandaian, karena aku tidak semelankolis itu untuk bergundah gulana meski pikiranku sudah menyentuh daratan etiopia. Hanya saja, keadaan membuatku seperti ini. Aku tidak memiliki teman untuk bercakap. Lingkaran pertemananku hanya berkutat di antara B

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN