Sepanjang perjalanan menuju rumah keluarga Grigory, Lev dan Rosemary lebih banyak diam. Mereka seolah sibuk dengan semua perdebatan yang terjadi di dalam benak mereka masing-masing tanpa ada kepastian siapa yang akan menang. Yuri yang sejak tiba di taman tidak bisa diam, kini sudah lelap dikursi penumpang, larut dalam mimpi yang gembira karena dari bibirnya selalu terlihat senyuman yang begitu riang, entah apa yang ada di dalam mimpi bocah usia 5 tahun itu. “Boleh aku tanya sesuatu?” suara Lev memecah kesunyian di dalam mobil. “Silahkan.” “Apakah kau bersedia untuk pindah ke rumah yang lebih besar dari yang kalian tempati sekarang?” Rosemary berpaling untuk menatap Lev sebelum mengembalikan pandangannya ke arah depan melewati kaca mobil sementara wiper terus bergerak mengatasi air huj

