Seperti badai Eunice yang menyerang Eropa Barat maka seperti itulah kedatangan Lev yang membuat seluruh indera yang dimiliki Rosemary bergetar hebat. Mereka sudah tiba di bandara dan melakukan boarding pass pada saat Lev menarik tangannya dengan kasar menjauh dari kegiatan yang sedang dilakukan Rosemary. “Mau lari kemana lagi, Rose? Apa kau tidak capek selalu lari dan menghindar terus?” Kemarahan yang sangat nyata hingga untuk sesaat Rosemary hanya bisa diam tanpa bisa melakukan apa-apa. “Kenapa diam? Kau pikir aku akan diam saja melihatmu membaya Yuri menjauh dariku lagi? Yuri bukan hanya anakmu tetapi dia juga anakku.” “Aku tidak tahu kebencian dan kemarahanmu lebih besar daripad kepedulianmu terhadap Yuri. Apakah seperti ini sikap seorang ibu yang katanya berusaha memberikan kasih

