9 - Flashback Ternyata Mimpi - 4

1590 Kata

Terukir jelas senyum di wajah Abang Umar dan Aisyah tadi. Seorang laki-laki yang sangat aku kenal datang menghampiri dan membantuku berdiri. Aku masih menangis dan tanpa sadar memeluk erat dirinya. Dia adalah sahabat dan mantan tunanganku, Ali. Dia tersenyum memandangku dan menyatakan semua akan baik-baik saja. Namun aku tetap tidak berhenti menangis. "Khadijah, bangun! Kamu mimpi apa sampai seperti ini?" Aku membuka mata perlahan dan memandang wajah Abang Umar yang tampak khawatir. Alhamdulillah ternyata semua itu hanya mimpi. Namun, kenapa terasa nyata sekali. Bagaimana jika hal tersebut terjadi ya Allah. Minggu depan Abang Umar dan Aisyah akan segera menikah, walau itu hanya pernikahan sirih. Aku tersenyum tipis dan menyentuh pipi kanan Abang Umar dengan lembut. Kamipun bangkit dan d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN