SEPULANG dari bercengkerama dengan karyawan Venusian Lingerie sekaligus menolong Farid, Bianca memarkir mobil di carport rumah. Tatapannya seketika tertumbuk pada amplop putih berlogo bank. Sembari menggendong Lithania, sebelah tangannya membuka dan ubun-ubunnya hendak meledak menatap deretan angka yang jika ditotal jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah. Sejak kapan Albizar tergila-gila pada produk Hermes? Tergesa Bianca membuka kunci pintu. Hal pertama yang dilakukannya adalah memotret tagihan itu lalu mengirimkan pada Albizar lantas menelepon suaminya. [Halo, Sayang. Kangen ya?] Sempat-sempatnya Albizar menggombal. Bianca ingin menyusul ke Bali dan mengomel panjang lebar. “Jangan bercanda, Ham. Kamu cek dulu foto yang aku kirim.” Bianca sungguh marah. Jangan bilang Albizar berseli

