SEPULANG dari Sabyan Collection, Bianca menyempatkan singgah di ruko The Fatih Kitchen. Namun, tujuannya bukan untuk bertemu Albizar, suaminya yang tak kunjung menghubungi setelah puluhan pesan suara Bianca. "Pak Albizar kan sedang di Bali, Bu." Pelayan yang memegang nampan menyapa ketika melihat Bianca melintas. Lithania yang ada di gendongan Bianca ikut membulatkan mata, menyamakan dengan reaksi ibunya. "Kantor saya masih di lantai dua, Thomas. Atau jangan-jangan Bapak menyembunyikan bangkai di atas?" Bianca mendelik tajam sebelum akhirnya mengembuskan napas. "Maafkan saya, Thomas. Saya naik dulu." Meski pria itu terlihat tidak mengerti, Bianca tetap merasa merasa bersalah. Kekesalannya pada Albizar hampir saja berimbas kepada orang-orang yang di sekeliling suaminya itu. "Selamat sia

