ALBIZAR tidak pulang lagi. Bianca mengompres bekas tamparan kemarahan suaminya di pipi. Bukan tamparan penuh gairah seperti yang selama ini dia dapatkan. Lithania baru saja terlelap setelah meminum obat. Bianca akhirnya bisa rebahan. Punggungnya sakit setelah berperang dengan kesibukan. “Kayaknya enak nih kalau panggil tukang pijat ke rumah,” Bianca bergumam sendiri. Sembari menunggu kantuk datang, dia membuka email. Ada undangan pameran kebaya di The Magnolia Hotel. Letaknya jauh. Bianca menghindari bepergian keluar kota dengan kondisi Lithania yang mudah sakit. IPFI mensponsorinya. Mungkin ada Farid di sana. Bianca meneleponnya. [Asalamualaikum, Bianca.] "Walaikumsalam, Farid. Aku ganggu kah?" [Baru selesai mengecek laporan keuangan. Sekarang sudah lowong. Ada yang bisa kubantu?]

