BIANCA mengirimkan banyak sekali pesan w******p ke nomer Albizar. Semuanya hanya centang satu. Farid duduk di bangku menemani Bianca. Menghadapi wanita itu dalam periode terapuhnya jauh lebih sulit daripada menghadapi keseksiannya. Sebab, melihat wanita cantik dengan buah d**a tumpah ruah tidak membangkitkan rasa kasihan. Farid tidak tahan pada air mata. Perempuan yang duduk di sampingnya menangis tanpa suara, mengelap air mata dengan tisu yang sama sampai kumal. Untuk mengatasi kecanggungan, Farid mengirimkan chat pada Mila dan Rini. Rini sudah siap di aula RSKS membawa barang-barang keperluan pameran sesuai petunjuk. Mila jaga gawang di butik Zaitun Collection. “Kalau kamu sibuk, tinggal aja aku di sini. Nggak pa-pa kok,” ucap Bianca. “Tidak masalah. Ada Rini yang mengurus semuanya.

