BAB 23

1050 Kata

ADA alasan mengapa Bianca memilih kamar menghadap ufuk timur sebagaimana apartemennya dulu. Dia menyukai fajar perlahan meninggi. Cahaya oranye merekah sedikit demi sedikit menembus tirai putih hingga semakin benderang. Bagian reffrein lagu Starlight milik Muse mengalun menyuntikkan semangat, mengajak Bianca memulai pagi. Tangan Bianca menggapai ponsel kemudian mematikan alarm. Dia menggeliat melemaskan otot. Bodysuit lingerie sutra emas favorit Albizar memetakan lekuk tubuh molek wanita itu. Pukul enam pagi dan Albizar masih mendengkur halus. Bianca menyentuh pipi sang suami, mendaratkan kecupan mesra. Albizar menggemaskan ketika cemburu. Menyulut keinginan Bianca untuk menghabisinya di ranjang. Namun, kehadiran anak terkadang mengganggu. Percintaan dengan Albizar kemarin dibatalkan tan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN